Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
18 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen
DPR RI
21 jam yang lalu
Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
4
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
19 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
5
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
Ekonomi
19 jam yang lalu
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
6
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Berdasarkan Survei IDM, Masyarakat Kalbar Ingin Milton Crosby Jadi Gubernur

Berdasarkan Survei IDM, Masyarakat Kalbar Ingin Milton Crosby Jadi Gubernur
Istimewa.
Selasa, 22 Agustus 2017 07:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Lembaga survei Indonesia Development Monitoring (IDM) menggelar riset jelang pelaksanaan Pilkada Kalimantan Barat 2018 mendatang. Survei dilakukan untuk mengetahui tingkat elektabilitas dari 7 tokoh yang digadang-gadang akan meramaikan pesta rakyat lima tahunan itu.

Direktur Eksekutif IDM, Fahmi Hafel mengatakan bahwa survei yang digelar dari tanggal 6 sampai 15 Agustus lalu melibatkan 1.984 responden yang dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Mereka adalah warga Jateng yang telah mempunyai hak pilih. Adapun Margin of error lebih kurang 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, Mantan Bupati Sintang Milton Crosby, memperoleh tingkat keterpilihan (elektabilitas) paling tinggi dengan 28,7 persen, disusul Wali Kota Pontianak Sutarmidji dengan 22,7 persen, Aggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kalbar Lasarus 10,1 persen, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid 8,7 persen, putri dari Gubernur Kalbar saat ini yang juga Bupati Landak Karolin Margareth Natasha 7,7 persen. 

"Kemudian Bupati Mempawah Ria Norsan 7,4 dan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot dengan 5,1 persen," kata Fahmi dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Senin (21/8/2018).

Fahmi kemudian mengulas soal putri Gubernur Kalbar Cornelis, Karolin Margareth Natasha yang hanya memperoleh 7,7 persen padahal bapaknya merupakan gubernur dua periode.

"Ini (elektabilitas Karolin yang cuma 7,7 persen) menggambarkan bahwa masyarakat Kalimantan Barat menolak adanya politik dinasty dalam kepemimpinan di Kalbar. Dan kalau melihat terpilihnya Karolin sebagai bupati Landak pada 2017 lebih disebabkan karena adanya pemborongan partai-partai sehingga Karolin hanya melawan kotak kosong," jelasnya.

Oleh karena itu, Fahmi mengatakan bahwa IDM menyarankan agar partai partai yang menjadi pengusung Pilgub Kalbar, untuk tidak melakukan jual beli rekomendasi untuk mendukung seseorang menjadi calon tunggal pada Pilgub Kalbar 2018. Sebab menurut dia, akibatnya akan fatal. Jika terjadi calon tunggal seperti di kabupaten landak ketika iti, maka suara suara partai di luar PDIP di Kalbar akan habis pada Pileg di 2019 nanti.

"Dan khusus untuk Gerindra yang akan mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres di 2019 maka tingkat keterpilihan di Kalbar akan semakin rendah di bawah Capres dari PDIP," pungkasnya. ***


wwwwww