Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
19 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen
DPR RI
22 jam yang lalu
Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
4
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
20 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
5
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
Ekonomi
20 jam yang lalu
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
6
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tak Bisa Menahan Nafsu, Pria Ini Tega "Gituin" Anak Tetangganya yang Masih Duduk di Kelas II SD

Tak Bisa Menahan Nafsu, Pria Ini Tega Gituin Anak Tetangganya yang Masih Duduk di Kelas II SD
Ilustrasi. (net)
Sabtu, 09 September 2017 14:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SINGKAWANG - Kasus pencabulan kembali terjadi, di Kota Singkawang, pelakunya diduga tak kuasa menahan nafsu dan melampiaskannya ke korban yang masih duduk di kelas II sekolah dasar serta masih berusia 7 tahun di Kecamatan Singkawang Selatan.

Hal ini diutarakan oleh ayah korban, CU saat memberikan laporan ke Polres Singkawang, Jumat (8/9/2017).

"Pelaku pencabulan diduga tetangga sekaligus teman saya bernama, CA berusia 40 tahun. Saya tidak menyangka, bisa-bisanya anak saya diperlakukan seperti itu, tentu saya selaku orangtua sangat marah," ujarnya.

Menurutnya kejadian diperkirakan terjadi pukul 10.45 saat anaknya tersebut pulang sekolah. Menurutnya anaknya tersebut diturunkan pelaku dipersimpangan jalan.

"Dia ini anak keempat dari lima bersaudara, kira-kira kejadiannya sekitar pukul 10.45 WIB," katanya.

Ia mengaku kaget saat mengetahui anaknya pulang dengan kondisi menangis.

"Ditanya sama istri kenapa menangis, lalu anak saya diam, berulang kali ditanya kamu nangis karena jatuh ya, Anak saya masih diam. Saya kemudian dengan nada mengancam baru anak saya mengaku bahwa kemaluannya sakit," ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut ia dan istrinya mengecek celana dalam milik anaknya, dan ditemukan ada bercak darah di celana tersebut.

"Anak saya mengaku ia “dikerjai” oleh CA yang diduga pelaku pencabulan tersebut," lanjutnya.

Atas kejadian ini, CU memanggil Ketua RT setempat, tetangga dan mengumpulkan sanak saudara dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke polisi. Karena dampak dari perlakuan pelaku tersebut mengakibatkan anaknya kesakitan.

"Tadi saya dan keluarga melapor sekaligus bawa anak saya dan didampingi pak Ucok (Lo Abidin anggota DPRD Singkawang). Anak saya juga sekarang jalan saja kesakitan, apalagi saat kencing anak saya pun kesakitan," tuturnya.

Ia sangat menyesalkan perbuatan CA yang diduga pelaku pencabulan tersebut. Padahal, kata dia, hubungan keduanya sebagai tetangga cukup baik, rumahnya dan rumah temannya itu kurang lebih 100 meter jaraknya.

"Kadang saya antar-jempu anak saya dan juga anaknya (anak CA), begitu juga CA, juga jika antar dan jemput anaknya biasanya sekalian anak saya juga. Karena anak saya dan anaknya satu sekolah bahkan satu bangku," ungkapnya.

Dia dan pihak keluarga meminta agar pelaku ditangkap dan dijatuhi hukuman yang berat. "Saya kasihan anak saya bisa diperlakukan seperti itu," pungkasnya. ***

Sumber:tribunnews.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Kalimantan Barat

wwwwww