BPS: Medan Alami Inflasi 0,24% pada Oktober 2017

BPS: Medan Alami Inflasi 0,24% pada Oktober 2017
Kamis, 02 November 2017 11:01 WIB

MEDAN-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada Oktober 2017 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,24% pada Oktober 2017.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,45%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,39%, kelompok sandang 0,72% dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,04%.
 
"Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02%, kelompok kesehatan sebesar 0,21% dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02%," kata Suhaimi di Medan.
 
Dikatakan pada Oktober 2017 kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, antara lain kelompok bahan makanan 0,12%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09%, kelompok sandang 0,04%.
 
Disebutkan beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Oktober 2017, antara lain cabai merah 9,97%, bahan bakar rumah tangga 4,87%, emas perhiasan 1,93%, kelapa 6,06%, ketupat/lontong sayur 1,32%, sawi hijau 10,03%, dan kembung/gembung 1,65%.
 
"Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, kentang, gula pasir, tongkol/ambu-ambu, dan beras," sebut Suhaimi.
 
Selain Medan 0,24%, Sibolga juga mengalami inflasi sebesar 0,31%, Pematangsiantar sebesar 0,15% dan Padangsidimpuan sebesar 0,16%. "Dengan demikian, Provinsi Sumut pada Oktober 2017 mengalami inflasi sebesar 0,23%, atau lebih tinggi dari inflasi nasional yang hanya 0,01%," sebut Suhaimi.
 
Ditambahkan, dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 0,72% dan terendah terjadi di Jambi sebesar 0,05%. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Bengkulu sebesar 0,12% dan terendah terjadi di Tanjung Pinang sebesar 0,02%.
 
Kemudia dari 33 kota IHK di luar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, sebanyakn tujuh kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,05% dan terendah terjadi di Bima sebesar 0,02%. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 1,31% dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01%.

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Pemerintahan, Ekonomi

wwwwww