Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
MPR RI
20 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
2
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
DPR RI
20 jam yang lalu
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
3
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
MPR RI
20 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
4
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
DPD RI
19 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
5
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
DPD RI
19 jam yang lalu
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
6
Sultan Najamudin Keluhkan Kinerja Menteri Perdagangan
GoNews Group
17 jam yang lalu
Sultan Najamudin Keluhkan Kinerja Menteri Perdagangan
Home  /  Berita  /  Umum

MTQ ke-36 di Dumai, Inhil Berada di Posisi 11

MTQ ke-36 di Dumai, Inhil Berada di Posisi 11
Selasa, 19 Desember 2017 12:27 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN- Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau kembali berada di posisi 11 pada MTQ tingkat Provinsi Riau di Kota Dumai, setelah sebelumnya pada MTQ ke-35 di Pekanbaru Inhil juga berada di posisi yang sama.

Menanggapi persoalan itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setdakab Inhil, M Arifin menjelaskan bahwa pihaknya bersama LPTQ Inhil telah bekerja keras saat proses pembinaan para qori dan qoriah sebelum diberangkatkan mengikuti MTQ.

Namun dikarenakan waktu ya g sangat terbatas, ia menuturkan bahwa para qori dan qoriah hanya mengikuti pembinaan selama 15 hari saja.

''MTQ tingkat kabupaten ke-47 di Pulau Kijang itu baru dilaksakan pada minggu kedua bulan Nopember 2017, hanya ada waktu kebih kurang 15 hari untuk dibina, namun demikian LPTQ tetap berusaha dengan segala kemampuan dan keterbatasan,'' jelas Arifin kepada GoRiau.com, Senin (18/12/2017).

Karena itu, ia meminta kepada masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri dan menyalahkan bagian LPTQ dan Kesra saja, karena dikatakannya, waktu pembinaan yang dilakukan tidak maksimal.

''Kita kan sifatnya membina setelah qori dan qoriah meraih juara di tingkat kabupaten, untuk sebelumnya, mereka semua berasal dari kecamatan masing-masing,'' lanjutnya.

Ia pun tidak memungkiri anjloknya prestasi pada setiap MTQ yang digelar di tingkat Provinsi Riau, namun dikatakannya yang harus digaris bawahi adalah Inhil tidak memakai qori dan qoriah dari luar, namun hanya anak asli Negeri Seribu Parit saja.

''Kami tetap senang dan bangga, anak-anak yang kita bawa dan tampil sebagai kafilah inhil adalag asli anak Negeri bisa tampil maksimal, meski belum sesuai harapan . Mereka juga tidak minder artinya mereka termotivasi untuk belajar seperti sebagaimana yang mereka liat dan merka dengar. Semoga jadi pengalaman berharga bagi mereka dan bagi kita semua,'' tukas Arifin.(ayu)

Kategori:Umum

wwwwww