Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
18 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
2
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
21 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
3
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
Olahraga
21 jam yang lalu
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
4
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
Politik
17 jam yang lalu
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
5
Lima Pemain Absen Latihan Perdana Persik Kediri
Sepakbola
18 jam yang lalu
Lima Pemain Absen Latihan Perdana Persik Kediri
6
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Sepakbola
18 jam yang lalu
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Amankan Unjuk Rasa Mahasiswa Perwakilan BEM se-Indonesia, Kapolresta Pekanbaru Perintahkan Jajarannya jangan Bawa Senjata Api

Amankan Unjuk Rasa Mahasiswa Perwakilan BEM se-Indonesia, Kapolresta Pekanbaru Perintahkan Jajarannya jangan Bawa Senjata Api
Tampak tameng dan helm polisi distandby kan jelang unjuk rasa ratusan mahasiswa, Kapolresta Pekanbaru memerintahkan agar jajaranya tidak membawa senjata api (Foto: Chairul Hadi)
Kamis, 22 Februari 2018 12:00 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, mengintruksikan seluruh jajarannya, agar tidak membawa senjata api (Senpi) dalam pengamanan aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa perwakilan BEM se-Indonesia yang digelar Kamis (22/2/2018) siang ini.

Itu disampaikan Kombes Susanto saat memimpin apel pengamanan, di halaman Kantor DPRD Riau. "Jadi sesuai prosedur, hanya tim tertentu yang bawa senjata api. Kapolresta pun dicabut dan diserahkan ke Provost, jadi tidak ada penggunaan senjata api," tegasnya.

Alasannya, lanjut Santo (Sapaan akrab Kapolresta Pekanbaru, red), karena jajarannya ingin melayani pengunjuk rasa dengan humanis. "Mereka (Mahasiswa, red) saudara kita, mereka menyampaikan aksi, dan kami harus tetap humanis," yakinnya usai memberikan pengarahan Apel.

Jajaran Polwan juga dilibatkan dalam pengamanan unjuk rasa tersebut. Selain itu, pantauan GoRiau.com di kantor DPRD, sudah tampak terparkir kendaraan Taktis, diantaranya watercanon hingga mobil Baraccuda.

Untuk diketahui, sebanyak 805 personel gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Dishub dan lainnya disiapkan untuk mengawal aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang rencananya digelar Kamis (22/2/2018) dan Jumat (23/2/2018) ini.

Menurut kepolisian, ada sekitar 600 massa yang bakal turun ke jalan, di mana masing-masingnya berasal dari 120 universitas dan utusan kampus, antara lain dari Sumatera, Jawab, Papua, Makassar hingga Kalimantan dan sebagainya.

Unjuk rasa yang berjalan dua hari ini rencananya berlokasi di lima tempat, diantaranya di gedung DPRD, SPBU Jembatan Siak I, Pustaka Wilayah Jalan Cut Nyak Dien dan PT Chevron (Hari Kamis) serta di kantor Gubernur Riau pada Jumat-nya. ***

Kategori:Peristiwa

wwwwww