Berita Khusus Pilgubri 2018

Masyarakat Duri Curhat Soal PPDB SMA ke Calon Gubernur Riau Nomor 1, Syamsuar

Masyarakat Duri Curhat Soal PPDB SMA ke Calon Gubernur Riau Nomor 1, Syamsuar
Syamsuar - Edy Nasution, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau nomor 1.
Kamis, 17 Mei 2018 12:56 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Tak lama lagi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat akan dimulai. Untuk di wilayah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis persoalan PPDB ini hampir terjadi setiap tahunnya.

Selain jumlah SMA yang masih minim jika dibandingkan jumlah siswa lulusan SMP sederajat, kuota penerimaaan anak tempatan juga selalu menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

"Kita harapkan dengan kepemimpinan baru nanti di Riau, ada perubahan yang baik pada pendidikan ini. Karena kami sebagai orang tua mengaku sulit memasukan anak sekolah yang tidak jauh dari lingkungan tempat tinggal," kata Tati kepada wartawan belum lama ini di sela kampanye dialogis calon gubernur Riau, Syamsuar di Bathin Solapan.

Selanjutnya, masih dikatakan Tati, Pemerintah Kabupaten Bengkalis khususnya Dinas Pendidikan tidak dapat berbuat banyak hal terkait pendidikan SMA sederajat. Sebab, kewenangan SMA ini sudah dialihkan ke Provinsi sejak tahun 2017.

"Kami minta tambah jumlah SMA, bangun sekolah baru kepada Pemkab Bengkalis juga tidak bisa. Harus kepada Disdik Provinsi, mau ga mau kami punya harapan juga dengan pak Syamsuar sebagai calon Gubernur Riaun yang membuktikan bisa memajukan pendidikan di Kabupaten Siak," kata Tati lagi.

Menjawab apa yang disampaikan Tati, warga Bathin Solapan itu, Calon Gubernur Riau Syamsuar menyebutkan bahwa kewenangan SMA sederajat saat ini menjadi kewenangan Provinsi. Tentunya apa yang menjadi kebutuhan daerah akan menjadi tanggung jawab Provinsi.

"Pertama itu kita akan melihat jumlah anak didik yang masuk SMA. Jika jumlah SMA ternyata tidak cukup menerima siswa lulusan SMP ini harus ada solusinya. Dan kami komitmen untuk menuntaskan masalah ini, karena kami tidak ingin anak-anak Riau putus sekolah karena hak ini," sebut calon gubernur Riau nomor 1 ini.

Selain itu juga, menurut Syamsuar, banyak sekolah swasta yang ada di Riau masih minim jumlah siswanya. Sebagian orangtua berfikir sekolah swasta mahal dan kualitas mutu pendidikannya masih di bawah sekolah negeri.

"Pemahaman itu jelas salah, hanya status sekolah saja yang membedakan negeri dan swasta. Soal kualitas pendidikan tetap mengacu pada kurikulum yang ada. Bahkan banyak sekolah swasta yang ada di Riau saat ini melahirkan anak didik yang berprestasi hingga tingkat nasional. Kalau di Duri ini bisa kita lihat seperti Mutiara, Cendana, Muhammadiyah, Jami dan sekolah swasta lainnya," sebut Syamsuar. ***

Kategori:Politik, Riau
wwwwww