Yusuf Terduga Jaringan Teroris di Medan Sempat Ikuti Pengajian Selama 2 Bulan

Yusuf Terduga Jaringan Teroris di Medan Sempat Ikuti Pengajian Selama 2 Bulan
Kamis, 17 Mei 2018 11:27 WIB
MEDAN - Terduga anggota jaringan teroris Muhammad Yusuf Rangkuti (28) yang ditangkap tim Densus 88/AT Selasa (15/5/2018) ternyata sempat mengikuti pengajian selama dua bulan. Namun, Yusuf merahasiakan di mana ia mengaji.

Kakak Yusuf, Butet, sempat menanyakan di mana Yusuf ikut pengajian. Hal itu diungkapkan adik Yusuf, Sarifah. "Waktu ditanya, dia bilang gak usah ditanya, bukan urusan kakak," kata Syarifah, saat ditemui, di sekitar rumahnya di Jalan Pukat I, Gang Sekolah, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung.

Meski begitu, keluarga tetap tak menduga kalau Yusuf akan terlibat dalam jaringan teroris seperti yang dituduhkan polisi. Kakak Yusuf, Butet, bahkan masih terus histeris saat wartawan menemuinya. Ia menolak diwawancarai.

Para tetangga mengenal Yusuf sebagai orang baik. Ia rajin salat. Bahkan pria yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online ini ternyata berencana menikah Juli mendatang. Ia telah melamar perempuan pujaannya yang berasal dari Padang Sidimpuan. "Tanggal 1 Juli ini nikahnya," sebut Sarifah.

Karenanya mereka tak menyangka kalau Yusuf akan terlibat kejahatan.

Muhammad Yusuf Rangkuti (28) ditangkap saat berada di Simpang Sei Sikambing, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Selasa kemarin saat tengah menunggu orderan ojek online oleh Tim Densus 88/ATMabes Polri bersama Dit Intelkam Poldasu.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (15/2018) malam, tim kemudian ke kediaman Yusuf dan bertemu dengan kedua orang tuanya, yaini Zulfahri Rangkuti (53). Zarana (53) dan dua orang kakaknya Afrida Rangkuti dan Syarifah Rangkuti, berikut empat orang adik terduga Syahnum Rangkuti, Fitriana Rangkuti, Umiati Rangkuti dan Nuraini Rangkuti. Yusuf adalah anak ketiga dari 7 bersaudara.

Dari rumah itu, tim mengamankan barang bukti Al Quran besar 1 buah, Al Quran kecil 1 buah, kaset Compact Disc, buku notes warna merah berisikan foto copi KTP. Ia diduga terlibat jaringan teroris pasca ledakan bom Surabaya. Setelah penangkapan Yusuf, polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap Syafrizal Lubis (38) warga Jalan Semenanjung II, lahan garapan Desa Sampali, Percut Seituan.

Tidak berhenti di situ, polisi terus melakukan pengembangan dan mengejar Wahyu (38). Namun, ayah dua anak itu lolos.

Di saat yang bersamaan, Densus 88 juga diketahui telah melakukan tindakan terhadap terduga teroris di Tanjung Balai. Kelima orang terduga teroris dikabarkan ditangkap. Dua di antaranya dilaporkan tewas.***

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Hukrim, Peristiwa, Umum
wwwwww