Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
RIGHTS Foundation minta Pemerintah Tegas Larang TKA China masuk Indonesia
Nasional
17 jam yang lalu
RIGHTS Foundation minta Pemerintah Tegas Larang TKA China masuk Indonesia
2
Senator Papua Barat Kecam Sikap Rasisme Ambroncius
Umum
12 jam yang lalu
Senator Papua Barat Kecam Sikap Rasisme Ambroncius
3
Kritik Rencana Menpar Berkantor di Bali, DPD: Perhatikan Juga Potensi Wisata di Sumatera
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Kritik Rencana Menpar Berkantor di Bali, DPD: Perhatikan Juga Potensi Wisata di Sumatera
4
PPUU DPD RI: UU Cipta Kerja Jawab Kekhawatiran Masyarakat soal Mafia Tanah
Nasional
16 jam yang lalu
PPUU DPD RI: UU Cipta Kerja Jawab Kekhawatiran Masyarakat soal Mafia Tanah
5
Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
6
LBP Terpilih Secara Aklamasi, Maria Lawalata Ucapkan Selamat
Olahraga
12 jam yang lalu
LBP Terpilih Secara Aklamasi, Maria Lawalata Ucapkan Selamat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ikut Kampanye Pilgub, Wakapolda Maluku Dicopot, IPW Beri Acungan Jempol ke Kapolri

Ikut Kampanye Pilgub, Wakapolda Maluku Dicopot, IPW Beri Acungan Jempol ke Kapolri
Ilustrasi. (net)
Kamis, 21 Juni 2018 09:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ind Police Watch (IPW) memberi acungan jempol serta mengapresiasi Kapolri Tito Karnavian yang sudah bertindak cepat dan tegas mencopot Wakapolda Maluku Brigjen Hasanuddin yang sudah berkampanye untuk mendukung Paslon Irjen (Purn) Murad Ismail di Pilgub 2018.

Untuk diketahui, Kapolri Tito Karnavian mencopot Wakapolda Maluku dengan Telegram Rahasia No: ST/1535/VI/Kep/2018 tanggal 20 Juni 2018, dan menggantikannya dengan Brigjen A Wiyagus yang sebelumnya menjabat sebagai Dirtipikor Polri.

"Dalam TR itu Kapolri melakukan mutasi terhadap tujuh perwira tapi yang terlibat kampanye hanya Brigjen Hasanuddin," ujar Presidium IPW Neta S Pane, Kamis (21/6/2018).

IPW sendiri kata Neta, menyadari pemihakan Brigjen Hasanuddin terhadap Murad Ismail tak terlepas dari perkawanan mereka yang sama sama Akpol 1985. "Tapi ketika Hasanuddin membawa bawa institusi Polri agar mendukung Murad ini jelas pelanggaran terhadap UU Polri," urainya.

Dengan dicopotnya Brigjen Hasanuddin kata Neta, diharapkan jajaran Polri dapat menjaga sikap profesional dan independensinya dalam Pilkada 2018.

"Kami sudah membentuk tim untuk memantau netralitas polisi di Pilkada 2018. Sebab cukup banyak laporan dari masyarakat tentang indikasi ketidaknetralan polisi menjelang Pilkada 2018, terutama dari Sumut, Jabar, Kaltim, dan Maluku," ujarnya.

Meskipun di Sumut tidak ada polisi yang ikut pilgub kata Neta, tapi indikasi ketidaknetralan polisi terlihat oleh masyarakat dan IPW sedang mengumpulkan bukti buktinya.

"IPW berharap komponen-komponen masyarakat ikut mengawasi polisi sehingga sikap profesionalisme dan netralitas Polri tetap terjaga dan Polri benar benar bisa dipercaya masyarakat," tegasnya.

IPW juga berharap, agar Kapolri senantiasa bisa menjaga netralitas kepolisian selama pilkada, sehingga jika ada polisi, bahkan Kapolda sekalipun bersikap "menggadaikan" institusinya untuk mendukung Paslon tertentu di pilkada.

"Kapolri jangan segan segan untuk mencopotnya. IPW dan masyarakat akan mendukung dan berada di belakang Kapolri," pungkas Neta S Pane.***

wwwwww