Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Garuda Indonesia Tegaskan Tak Tolerir Pelanggaran Aturan Keselamatan Penerbangan
Umum
20 jam yang lalu
Garuda Indonesia Tegaskan Tak Tolerir Pelanggaran Aturan Keselamatan Penerbangan
2
Kondisi Langka, Mahasiswi Cantik Ini Menopause pada Usia 6 Tahun
Kesehatan
18 jam yang lalu
Kondisi Langka, Mahasiswi Cantik Ini Menopause pada Usia 6 Tahun
3
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
Umum
19 jam yang lalu
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
4
Kemendagri Apresiasi Unjuk Rasa Otsus Papua oleh FMPI dan Dorong Pertemuan Lanjutan
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Kemendagri Apresiasi Unjuk Rasa Otsus Papua oleh FMPI dan Dorong Pertemuan Lanjutan
5
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
Peristiwa
19 jam yang lalu
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
6
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Kesehatan
18 jam yang lalu
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dari Survei LSMB, Milton-Boyman Dipastikan Bakal Pimpin Kalbar

Dari Survei LSMB, Milton-Boyman Dipastikan Bakal Pimpin Kalbar
Sabtu, 23 Juni 2018 17:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pasangan calon Gubernur Kalimantan Barat, Milton Crosby-Boyman, sepertinya tidak terlalu berat untuk memenangi pilkada 2018 ini.

Pasalnya, dari beberapa hasil penelitian lembaga survei, paslon Milton-Boyman selalu unggul dari kandidat lainnya. Seperti hasil survei dari Lembaga Survei Masyarakat Borneo (LSMB) yang menempatkan pasangan Milton dan Boyman sebagai kandidat pilihan masyarakat Kalimantan Barat.

"Mereka berada diurutan pertama. Disusul dengan paslon Karolin dan Gidot, yang menempati urutan ke dua. Dan terakhir ditempati paslon nomor urut buncit, yakni Sutarmiji dan Norsan," ujar Direktur Eksekutive LSMB, Christianus Alvin, Sabtu (23/6/2018).

Lanjut Alvin, survei ini dilakukan guna mendapatkan gambaran hasil pilihan masyarakat, apabila pilgub Kalbar dilaksanakan saat ini.

"Untuk memperoleh jumlah responden yang proposional dengan jumlah DPT sebanyak 3.448.653 pemilih, maka kami menggunakan margin eror sebesar 2,25% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%, dengan jumlah responden yang dibutuhkan sebanyak 1.896 pemilih," tandasnya.

Tehnik penyebaran responden kata dia, dilakukan dengan cara Multistage Random Sampling. Dengan jangka waktu 10 hari, hal itu mengingat medan yang cukup sulit, dan cakupan wilayah yang luas. Dengan Margin Eror : 2,25%. Tingkat Kepercayaan: 95% dengan waktu pengumpulan data yakni pada 12-21 Juni 2018.

Hasilnya, pasangan nomor 1 Milton Crosby-Boyman Harun, memperoleh 52,20% suara responden. Pasangan nomor 2, Karolin Margaret-Suryadman Gidot, memperoleh 22,20%, pasangan nomor 3, Sutarmidji-Ria Norsan hanya 17,40% dan tidak mencoblos alias golput 8,20%.

"Untuk posisi tingkat keterpilihan paslon di Kalbar seringkali dipengaruhi oleh Suku dan Agama, hal itu membuat kondisi Kalbar sempat memanas. Namun hal ini segera direspon dengan cepat oleh pihak kepolisian dengan dilakukan komitmen Pilgub Damai, yang dilakukan oleh ketiga Paslon," tandasnya.

Kondisi Kalbar dengan sejarah benturan antar suku jauh sebelum tahun 2018 kata dia, menjadikan masyarakat Kalbar sadar atas pentingnya persatuan dan kesatuan, hal itu terjadi karena masyarakat merasakan langsung kerugian ekonomi dan sosial yang ditimbulkan apabila konflik yang pernah terjadi, kembali terulang.

"Kondisi tersebut tergambarkan dari pernyataan para responden saat ditanya alasan mengapa memilih paslon nomor urut satu (Milton_ Boyman). Masyarakat menilai, pasangan Milton dan Boyman merupakan perpaduan yang serasi, antara Dayak dan Melayu, juga Keristen dan Islam," ujarnya.

Tidak heran, jika paslon ini berhasil mengkikis elektabilitas dari kedua calon lainnya. Selain itu, model politik dinasti hari ini jelasnya, tidak lagi disukai masyarakat Kalbar.

"Masyarakat Kalbar tidak banyak yang memilih paslon Karoli dan Gidot. Hal itu juga dapat menjadi parameter tingkat demokrasi semakin tinggi di Kalimantan Barat. Bahkan etika dan moral calon pemimpin kerapkali dijadikan alasan mengapa paslon Karolin dan Gidot banyak tidak disukai responden, hal tersebut terkait dengan video porno cagub yang sempat tersebar luas," urainya.

Sementara kondisi keterpilihan yang rendah juga dialami paslon nomor urut 3, Sutarmiji dan Norsan. Paslon ini dianggap tidak mewakili Kebhinekaan di Kalimantan Barat. Selain itu, dugaan keterlibatan Sutarmiji dalam kasus korupsi alkes juga menjadi alasan selanjutnya kenapa masyarakat tidak memilihnya.

Seperti yang diketahui, paslon nomor urut 2 dan 3 berasal dari 1 suku dan agama yang sama, antara cagub dan cawagubnya. "Kerinduan masyarakat terhadap kebhinekaan di kalbar menjadikan Paslon Milton dan Boyman banyak dipilih oleh responden," pungkasnya.***


wwwwww