Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
24 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
22 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
3
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
Politik
17 jam yang lalu
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
4
Viral Video PHK Massal Maskapai di Medsos, Lion Air: Bukan PHK tapi Pengurangan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Viral Video PHK Massal Maskapai di Medsos, Lion Air: Bukan PHK tapi Pengurangan
5
PDIP Tantang Kementan Tunjukkan Hasil Riset Kalung Anti Corona
Peristiwa
23 jam yang lalu
PDIP Tantang Kementan Tunjukkan Hasil Riset Kalung Anti Corona
6
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
Peristiwa
17 jam yang lalu
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
Home  /  Berita  /  Riau

BBKSDA Riau Turunkan Tim ke Koto Tuo Kampar Pasca Kemunculan Harimau di Pemukiman Warga

BBKSDA Riau Turunkan Tim ke Koto Tuo Kampar Pasca Kemunculan Harimau di Pemukiman Warga
Harimau (ilustrasi)
Rabu, 11 Juli 2018 17:41 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau sudah menurunkan tim untuk menindaklanjuti dugaan adanya kemunculan Harimau di daerah Koto Tuo Kabupaten Kampar yang membuat resah pemukim belakangan ini.

Tim tersebut, setakat ini sedang melakukan observasi, pasca temuan jejak diduga milik Harimau Sumatera di area kebun karet masyarakat di daerah Koto Tuo Kampar - Provinsi Riau beberapa hari lalu. 

Ini sebagai upaya dari pihak BBKSDA Riau. Tim juga berkoordinasi dengan aparat desa setempat, termasuk mengumpulkan data dan informasi. 

Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Rabu (11/7/2018) mengatakan, saat ini masih perlu dilakukan observasi mendalam oleh pihaknya. Langkah lainnya, dengan melakukan pemasangan umpan, di lokasi yang disinyalir menjadi jalur perlintasan hewan predator ini.

"Kalau memang di situ jalurnya, pasti umpan dimakan, sebab itu kita akan coba pasang," sebut Suharyono.

Sementara ini, hasil penelusuran di lapangan oleh jajarannya dan aparat serta warga setempat, belum ditemukan jejak atau tanda-tanda Harimau lainnya di sekitar lokasi tersebut.

Diketahui, kebun yang disebut-sebut menjadi lokasi temuan jejak Harimau ini berjarak sekitar satu kilometer dari pemukiman warga Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar.

Camat setempat pun mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat ke kebun. "Kalau bisa jangan ke kebun dulu sebelum dipastikan oleh BBKSDA keberadaan Harimau ini, apakah sudah jauh dari kebun warga kita," sebut Camat XIII Koto Kampar Amiruddin kepada GoRiau.com. ***

Kategori:Peristiwa, Riau

wwwwww