Home > Berita > Umum

Razia Warung Remang-remang, Pengelola Pukuli Satpol PP Pekanbaru dengan Sapu

Razia Warung Remang-remang, Pengelola Pukuli Satpol PP Pekanbaru dengan Sapu
Razia Satpol PP Pekanbaru, Jumat malam. (foto chairul hadi)
Sabtu, 14 Juli 2018 10:15 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Tak terima warungnya dirazia oleh satuan polisi pamong praja (Satpol PP), pemilik warung remang-remang di Jalan Air Hitam, Pekanbaru, Riau malah pukuli aparat dengan menggunakan tangkai sapu. Meski mendapat perlawanan, petugas tetap membubarkan ''prostitusi terselubung'' tersebut.

Petugas dimaki-maki. Tidak cuma itu, saat menindak warung remang-remang di Jalan Air Hitam, pengelolanya sempat mengamuk, sampai-sampai memukul anggota Satpol PP Pekanbaru dengan tangkai sapu, pada saat petugas membawa barangnya.

Tadi malam, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Riau menggelar razia terhadap prostitusi terselubung di beberapa titik Kota Pekanbaru. Selain di Jalan Air Hitam, petugas juga merazia kawasan Jondul dan Jalan SM Amin.

Kasatpol PP Pekanbaru Agus Pramono usai razia mengatakan, penindakan sebetulnya sudah sering kali dilakukan, namun tak kunjung jera. Selain mengamankan beberapa orang, petugas turut menyita barang-barang yang ada pada tempat tersebut.

"Razia tempat prostitusi, sasarannya di Jondul dan daerah SM Amin. Ini sudah sering diambil penindakan, tapi tidak sadar-sadar. Apa boleh buat, kita lakukan penyitaan dan tangkap, taruh barangnya di sini," ujar Kasatpol PP Pekanbaru Agus Pramono usai razia Sabtu (14/7/2018) dini hari.usia razia digelar.

Di Jondul, sasaran razia petugas Satpol PP adalah terhadap orang yang menjalankan usaha prostitusi terselubung hingga pengunjung. "Itu pijat plus-plus. Pijat bahasanya saja, tapi dalamnya prostitusi. Ada orang yang kita amankan," tegas Agus.

Sementara di SM Amin, petugas bereaksi lebih tegas dengan menyita beberapa barang berupa speaker hingga VCd di warung remang-remang yang kedapatan sedang buka. Penyitaan tersebut mendapat perlawanan sengit dari pengelolanya.

"Ya, kita lakukan penyitaan barang di sana, alat musiknya. Kita ingin melakukan efek jera, saya koordinasi dengan Dinsos, kita bina. Kalau ambil barangnya harus datang kemari, buat perjanjian untuk tutup, itu tidak diizinkan, menganggu ketentraman dan ketertiban umum," singkatnya.

Pada razia tadi malam, pengunjung hingga wanita malam yang sedang menunggu tamu berhamburan melarikan diri begitu melihat kedatangan petugas Satpol PP. Awalnya mereka nongkrong di sepanjang jalan, tak jauh dari warung remang-remang. Begitu anggota tiba, mereka bubar hingga berpura-pura belanja di warung kaki lima. ***

Kategori:Umum, Riau, Peristiwa
wwwwww