Home > Berita > Umum

Pedagang yang Direlokasi ke Pasar Induk Bireuen Lebih Memilih Berjualan di Luar

Pedagang yang Direlokasi ke Pasar Induk Bireuen Lebih Memilih Berjualan di Luar
Lapak dalam gedung Pasar Induk Cureh, Geulanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen hingga hari ini masih kosong, belum ditempati pedagang sayur, Minggu (15/7/2018). (foto Joniful Bahri)
Minggu, 15 Juli 2018 23:52 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Sebanyak 168 lapak dalam gedung Pasar Induk Cureh, Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen hingga hari ini masih kosong dan belum ditempati pedagang sayur, Minggu (15/7/2018).

Sementara para pedagang sayur yang telah direlokasi ke Pasar Induk itu lebih memilih berjualan di luar lapak, kawasan pelataran pasar induk tersebut.

Di bagian lain, beberapa sudut luar gedung pasar itu telah ditempelkan selebaran pengumuman dari dinas terkait, meminta pedagang yang sudah mendapatkan kios, los dan lapak untuk dapat mengisi tempat tersebut.

Menurut sejumlah pedagang rempah-rempah dan pedagang sayuran dan bumbu dapur kepada GoAceh.co mengaku, pihaknya lebih nyaman berjualan diluar gedung dengan meletakkan dagangan di atas terpal.

''Kalau di dalam gedung terlalu panas, dindingnya tertutup sehingga tidak terlihat oleh pembeli,'' ujar seorang pedagang Maryam.

Selain panas, lapak yang disediakan oleh pemerintah setempat juga sempit, sehingga sulit menempatkan barang dagangannya, terutama sayuran.

''Untuk sementara ini, kami terpaksa harus berjualan di luar dan tidak mungkin bisa berjualan di lokasi lapak yang telah disediakan,'' tuturnya.

Plt Kadis Penanaman Modal, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bireuen, Jailani menyebutkan, apa bila pedagang tidak menempatkan kios, los dan lapak itu dalam jangka waktu 10 hari sejak pengumuman tersebut, terpaksa dialihkan kepada pedagang lain.

''Bila pedagang tidak mau, maka terpaksa dialihkan kepada pedagang lain, sehingga lapak dan los yang disediakan itu terisi oleh pedagang,'' sebutnya. ***

Kategori:Umum, Ekonomi, Aceh

wwwwww