Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Garuda Indonesia Tegaskan Tak Tolerir Pelanggaran Aturan Keselamatan Penerbangan
Umum
20 jam yang lalu
Garuda Indonesia Tegaskan Tak Tolerir Pelanggaran Aturan Keselamatan Penerbangan
2
Kondisi Langka, Mahasiswi Cantik Ini Menopause pada Usia 6 Tahun
Kesehatan
18 jam yang lalu
Kondisi Langka, Mahasiswi Cantik Ini Menopause pada Usia 6 Tahun
3
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
Umum
20 jam yang lalu
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
4
Kemendagri Apresiasi Unjuk Rasa Otsus Papua oleh FMPI dan Dorong Pertemuan Lanjutan
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Kemendagri Apresiasi Unjuk Rasa Otsus Papua oleh FMPI dan Dorong Pertemuan Lanjutan
5
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
Peristiwa
19 jam yang lalu
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
6
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Kesehatan
18 jam yang lalu
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fahri Hamzah: Penanganan Pasca Gempa Lombok, Perlu Lembaga Khusus Seperti BRR Aceh

Fahri Hamzah: Penanganan Pasca Gempa Lombok, Perlu Lembaga Khusus Seperti BRR Aceh
Fahri Hamzah saat berkunjung ke lokasi korban gempa di Lombok Timur. (dok. GoNews.co)
Rabu, 08 Agustus 2018 14:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LOMBOK - Saat menyerahkan bantuan tahap tiga untuk korban bencana gempa Lombok, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah bersama para relawan berkesampatan melakukan inspeksi ke Posko Darurat gempa TNI di Kabupeten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (8/8/2018).

Kedatangan Fahri beserta rombongan, disambut hangat oleh warga di posko pengungsian.

Di posko darurat gempa milik TNI, Fahri melihat langsung kesediaan logistik, juga pendistribusiannya bagi korban gempa yang dilakukan oleh para relawan. Selain itu, dirinya juga ingin mengetahui langsung laporan dari posko mengenai korban gempa yang sudah ditemukan dan yang masih dalam pencarian.

"Saya ingin mengetahui korban yang sudah ditemukan, dan yang hilang. Termasuk sudah berapa yang meninggal dunia sampai saat ini," ucap politisi dari PKS itu.

Menurut Fahri, informasi yang diperolehnya langsung dari posko darurat gempa TNI ini sangat penting. Apalagi, dilaporkan hingga saat ini jumlah korban yang meninggal dunia sudan mencapa 162 orang.

"Ini penting. Karena di koran-koran disebut jumlah korban yang meninggal dunia 100 orang. Nah, dari inforsmasi yang saya peroleh dari posko ternyata jumlahnya sudah 162 orang yang meninggal," kata dia setelah mendengar laporan dari petugas posko.

Kepada wartawan, Fahri mengatakan penanganan bencana gempa Lombok memerlukan penanganan khusus, seperti penanganan bencana tsunasi di Aceh, karena masif dimana rumah penduduk dan insrastrukstur semuanya hilang.

"Maka yang dibangun itu, seperti membangun kota baru. Dan ini memerlukan partisipasi semua pihak termasuk dunia internasional," ujar anggota DPR dari NTB itu.

Bahkan, Fahri melihat penanganan pasca gempa Lombok, tidak bisa ditangani secara biroktaris, tetapi perlu dibentuk satu lembaga yang bisa menampung dan menangani semuanya, mulai dari hulu sampai hilir. Lombok pasca gempa ini, menurut dia memerlukan penanganan yang lebih masif dari pemerintah pusat.

"Itu yang akan saya usulkan nanti. Presiden membuat lembaga seperti BRR Aceh dulu waktu pasca Tsunami itu. Itu yang saya sedang pikirkan setelah identifikasi. Tadi kan yang meninggal saja, setelah dihitung-hitung bisa mendekati angka 200, bekum lagi yang di atas 500 yang masih dirawat. Begitu juga rumah mereka hampir semua hancur, artinya mereka nanti tinggal di rumah yang baru. Ini yang akan saya sampaikan kepada presiden," tutupnya.***


wwwwww