Sekda Geram Banyak Pengusaha Walet Rohil Mengelak Membayar Retribusi

Sekda Geram Banyak Pengusaha Walet Rohil Mengelak Membayar Retribusi
Salah satu bangunan sarang burung walet di Bagansiapiapi.
Sabtu, 15 September 2018 00:30 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - Menggembok lobang masuk sarang atau memasang policeline mungkin langkah yang akan diambil tim yustisi untuk pengusaha pemilik usaha sarang burung walet yang sering berkilah ketika petugas datang mendata. Ide itu masih perlu dikoordinasikan dengan Satpol PP dan instansi terkait. 

''Kebanyakan pengusaha sarang burung walet di Bagansiapiapi tinggal di Singapore. Kalau kita datang mereka sering bilang tidak tau. Nanti kalau nampak seperti itu lagi, tidak ada cara lain lagi terpaksa kita gembok dua kali," kata Sekda Rohil, Drs Surya Arpan,M.Si baru baru ini. 

Sekda mengutarakan, usaha Walet di Bagansiapiapi hampir 300 lebih dan keseluruhan di Rohil mencapai 1000 buah. Untuk mendongkrak PAD dari usaha burung walet, bersama Polisi Pamong Praja, mereka sudah membentuk tim yustisi yang diketuai oleh Satpol PP.

''Kita akan melakukan pendekatan persuasif dulu menunggu kesadaran mereka untuk membayar," cetusnya.  

Dia mengungkapkan, pemerintah saat ini akan menggali seluruh sektor yang akan mendatangkan PAD. Baik itu sektor perkebunan maupun pariwisata. 

Khusus untuk sektor Pajak Bumi Bangunan (PBB), jika serius dilakukan pemungutan, hasilnya akan luar biasa. Tambahan lagi banyak masyarakat dan minta data verfikasi ulang karena selama ini data PBB masih berpatok pada data PBB Dumai. ***

Kategori:Pemerintahan, Riau
wwwwww