Home > Berita > Umum

Yayasan PKPA Lakukan Orientasi Program Reselient Aceh di Pidie Jaya

Yayasan PKPA Lakukan Orientasi Program Reselient Aceh di Pidie Jaya
Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) melakukan sosialisasi dan orientasi program Reselient Aceh di gampong Lancang Paru, kecamatan Bandar Baru, kabupaten Pidie Jaya jumat (14/9/2018).
Sabtu, 15 September 2018 09:06 WIB
Penulis: Ril

PIDIE JAYA- Proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana gempa Pidie Jaya saat ini masih terus berlangsung. Gempa yang terjadi pada 7 Desember 2016 lalu, tepatnya pukul 05.03 WIB pagi dengan kekuatan 6,4 SR mengakibatkan banyak sektor kehidupan mengalami kerusakan dan kesenjangan di masyarakat. Melihat adanya kebutuhan mempercepat pemulihan dan penguatan masyarakat, Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) melakukan sosialisasi dan orientasi program Reselient Aceh di gampong Lancang Paru, kecamatan Bandar Baru, kabupaten Pidie Jaya jumat (14/9/2018).

Kegiatan yang dihadiri sebanyak 86 perwakilan dari perangkat gampong, tokoh masyarakat, petani garam dan pemuda ini dilakukan dalam rangka permulaan penyelenggaraan program Reselient Aceh “Membangun Ketangguhan Masyarakat melalui Pemulihan Ekonomi Rumah Tangga dan Manajemen Pengurangan Resiko Bencana” yang akan dilakukan oleh Yayasan PKPA bersama masyarakat gampong atas dukungan dari Mercy Relief.

Keumala Dewi selaku Direktur Eksekutif Yayasan PKPA menyampaikan pada sambutannya bahwa program ini merupakan lanjutan dari program tanggap bencana yang pernah dilakukan pada tahun 2017 di gampong Lancang Paru. Keumala berharap kedepannya, baik Yayasan PKPA dan masyarakat dapat bekerjasama menjalan program sebagai upaya pemulihan kehidupan paska bencana.

Rangkaian sosialisasi sendiri disampaikan oleh Satria selaku Kordinator Program Reselient Aceh. Satria menjelaskan kepada peserta orientasi, bahwa pada program ini nantinya masyarakat petani garam akan mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan manajemen keuangan rumah tangga, selain itu juga akan diperkuat melalui pelatihan kelompok simpan pinjam perempuan yang dapat memperkuat ekonomi kelompok petani.

Pada sektor pengurangan resiko bencana (PRB) sendiri, Satria menyampaikan akan ada kegiatan pemetaan analisa kerentanan dan kapasitas masyarakat, pembentukan tim siaga bencana gampong (TSBG), pelatihan kebencanaa, pertolongan pertama dan manajemen pengungsian. Selain itu, masyarakat akan diberikan paket siaga bencana dan melakukan simulasi evakuasi ketika terjadi bencana tsunami dan gempa.

Rencana tersebut diperkuat oleh harapan Ismail Marzuki selaku Manajer Program yang menyampaikan harapannya sinergi pemulihan ini dapat menjadi model untuk gampong lainnya.

Editor:Sisie
Kategori:Umum, Peristiwa, Pendidikan
wwwwww