Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
14 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
16 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
21 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
4
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
22 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
19 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
18 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  Riau

Protes Aksi Represif Kepolisian, HMI Pekanbaru Unjuk Rasa di DPRD Riau

Protes Aksi Represif Kepolisian, HMI Pekanbaru Unjuk Rasa di DPRD Riau
Jum'at, 21 September 2018 16:45 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Ratusan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pekanbaru, menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Aksi yang digelar pada Sabtu, (21/9/2018) sore ini, merupakan bentuk protes dan pengecaman atas tindakan represif kepolisian terhadap salah satu rekannya di Provinsi Bengkulu, dan Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Kabarnya, HMI Cabang Bengkulu mengalami tindakan penganiayaan, sehingga 6 orang diantaranya harus dilarikan kerumah sakit, karena luka serius. Kejadian tersebut terjadi pada aksi HMI Cabang Bengkulu, pada 18 September lalu, di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Selain 6 orang yang luka berat, 28 orang ditahan Polda Bengkulu, dan 37 orang mengalami luka ringan, berdasarkan konferensi pers HMI Bengkulu.

"Kami mengecam saudara - saudara kami yang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh kepolisian, di Bengkulu, dan di Medan. Kami mengecam pembungkaman demokrasi yang dilakukan dengan tindakan anarkis kepolisian," ujar salah satu orator menyampaikan aspirasi HMI.

Sementara itu, aksi yang dilakukan oleh HMI Pekanbaru ini tidak dapat disambut oleh seorang anggota dewan pun. Meskipun demikian, aksi tetap berlanjut, dengan massa yang menuntut agar Kapolda Bengkulu segera dicopot. ***

Kategori:Riau, Peristiwa

wwwwww