Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
Kesehatan
20 jam yang lalu
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
2
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
19 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
3
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
19 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
4
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
5
Dewas Tunjuk Iman Brotoseno Abaikan DPR, TVRI Mau Dibawa Kemana?
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Dewas Tunjuk Iman Brotoseno Abaikan DPR, TVRI Mau Dibawa Kemana?
6
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan 'Smartcard'
DPR RI
19 jam yang lalu
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan Smartcard
Home  /  Berita  /  Riau

Unjuk Rasa di Polda Riau, Surat Pernyataan Sikap HMI akan Disampaikan ke Mabes Polri

Unjuk Rasa di Polda Riau, Surat Pernyataan Sikap HMI akan Disampaikan ke Mabes Polri
Jum'at, 21 September 2018 19:42 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Mendapati gedung DPRD Riau yang kosong, massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pekanbaru bertolak ke Polda Riau untuk menyampaikan tuntutannya, terkait tindakan represif kepolisian di Provinsi Bengkulu pada 18 September lalu, terhadap anggota HMI Bengkulu.

Kali ini, massa disambut oleh Kasat Sabhara Polda Riau Kompol Sumarno yang menjanjikan akan menyampaikan surat pernyataan sikap HMI ke Mabes Polri untuk dapat ditindaklanjuti segera.

"Kepada teman - teman HMI, surat pernyataan ini akan saya sampaikan kepada Mabes Polri, agar dapat diketahui oleh Kapolri dan ditanggapi," ujar Kompol Sumarno, Jumat, (21/9/2018).

Mendengar tanggapan pihak Polda Riau tersebut, massa kemudian menerima dan memberikan waktu kepada institusi kepolisian dalam menindaklanjuti tuntutan HMI.

Tuntutan tersebut terdiri dari 6 poin, yang diantaranya mengutuk keras tindakan aparat kepolisian yang menggunakan kekerasan dalam menangani aksi demonstrasi HMI di Bengkulu. Untuk itu, aparat kepolisian harus bertanggung jawab atas korban di pihak HMi.

Selain itu, menuntut kepolisian untuk mengusut dan menindak tegas anggotanya yang menjadi pelaku kekerasan tersebut. Sedangkan rekan - rekan HMI yang saat ini diamankan oleh pihak kepolisian Bengkulu segera dibebaskan.

Selanjutnya, massa juga menuntut permintaan maaf pihak kepolisian atas tindakan anggotanya, serta berjanji tidak akan mengulangi hal itu secara terbuka kepada masyarakat. Penyesalan pihak kepolisian seharusnya ditandai dengan melakukan pemecatan Kapolda Bengkulu.

"Jika demikian, kami akan membubarkan diri dari sini, tetapi kami akan kembali untuk melihat apakah ada tanggapan terhadap surat tuntutan kami. Dalam waktu seminggu atau dua minggu, jika tidak ada tanggapan, maka kami datang dengan massa yang lebih besar," ujar Koordinator Lapangan aksi, Dede. ***

Kategori:Peristiwa, Riau

wwwwww