Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
DPR RI
14 jam yang lalu
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
2
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
Peristiwa
9 jam yang lalu
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
3
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
4
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
GoNews Group
7 jam yang lalu
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
5
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
Hukum
11 jam yang lalu
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
6
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Politik
12 jam yang lalu
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Masjid Apung Palu Roboh ke Laut Usai Tsunami

Masjid Apung Palu Roboh ke Laut Usai Tsunami
Masjid terapung masuk ke laut pascatsunami Palu. (Foto: dok. istimewa)
Sabtu, 29 September 2018 12:13 WIB
JAKARTA - Masjid Argam Bab Al Rahman atau Masjid Apung Palu roboh dan masuk ke laut pascagempa disusul tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Masjid itu terlihat terendam air laut.

Dilihat dari foto yang diterima detikcom sebagaimana dikutip GoNews.co, Sabtu (29/9/2018), masjid itu masih utuh tapi masuk ke laut.

Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum gempa, terlihat tiang-tiang penopang masjid sudah tak ada lagi. Jalan dari daratan menuju masjid terapung itu juga sudah tak terlihat.

Tampak banyak kayu berserakan di sekitar masjid. Belum diketahui apakah ada orang di masjid saat tsunami terjadi.

Gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Donggala dan disusul tsunami di Palu pada Jumat (28/9) kemarin. Hingga saat ini, pihak BNPB masih terus mendata jumlah korban.

Sementara itu, IDI Sulteng mengatakan 30 korban tewas akibat gempa dan tsunami. Hal itu didasari data sementara yang tercatat di Rumah Sakit Budi Agung Palu dan Bhayangkara.

"Dari rumah sakit Budi Agung, rumah sakit Bhayangkara, jumlah korban meninggal yang ada di kami saat ini ada 30 orang," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Sulawesi Tengah dr I Komang Adi Sujendra melalui video yang di-posting di akun Twitter PB IDI (@PBIDI). ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sulawesi Tengah
wwwwww