Mayat Bergelimpangan, Setidaknya 80 Tewas Pasca Tsunami Palu

Mayat Bergelimpangan, Setidaknya 80 Tewas Pasca Tsunami Palu
Sabtu, 29 September 2018 12:23 WIB
PALU - Sejumlah jenazah ditemukan di berbagai tempat yang diterjang tsunami atau gempa. Kehancuran tampak di berbagai pelosok kota Palu. Mayat bergelimpangan di mana-mana, bangunan-bangunan hancur, puing-puing bertebaran, situasi begitu sunyi dan mencekam.

"Pantai Talise (yang diterjang Tsunami kemarin) habis, semua habis di sana," kata Eddy Djunaedi wartawan Metro Palu, yang juga warga Kota Palu, lewat sambungan telepon.

"Warga mulai datang mengidentifikasi jenazah, diperkirakan ratusan tewas."

Eddy Djunaedi sendiri selamat karena rumahnya berada di ketinggian. Setelah semalaman bersiaga, mewaspadai gempa susulan setelah tsunami menerjang, Eddy akhirnya bergerak menuju Anjungan Pantai Talise, Sabtu (29/9), dan tiba di kawasan itu sekitar pukul 08:00.

Warga kota Palu itu baru benar-benar menyadari dampak tsunami itu ketika berdiri di dekat pantai Talise, karena sepanjang malam ia boleh dikata terisolasi: listrik padam, sementara jaringan telekomunikasi tidak bisa diandalkan.

Edy mencemaskan banyaknya korban jiwa berdasar pengamatannya di lapangan.

Sejauh ini, setidaknya sudah 80 jenazah tiba di di RSUD Undata Mamboro, Palu, kata Jauhardin, seorang dokter rumahsakit itu kepada KompasTV.

"Itu yang dievakuasi ke sini. Statusnya masih didata. Karena banyak keluarga yang mencari keluarga yang hilang. Kalau sudah dikenali keluarga, dibawa pulang," katanya.

Sementara korban luka lebih dari seratus, namun perawatannya dilakukan di luar, dilapangan terbuka, untuk berjaga-jaga dari kemungfkinan gempa susulan, terlebih dinding rumahsakit retak di sana-sini, kata Jauhardin pula.

Namun mengenai angka korban tewas, data resmi Badan Nasional Penangulangan bencana (BNPB) baru mencatat 48 tewas, 356 luka, dan ribuan bangunan rusak."

"Itu berdasarkan data sementara dari sejumlah rumah sakit. Dan itu data sementara di kota Palu, yang dilaporkan kepada BNPB. Jumlahnya masih bisa terus bertambah, kata jubir BNPB, Sutopo Purwo Nuhroho, dalam jumpa pers khusus di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (29/9).

"Banyak orang yang belum kita ketahui nasibnya. Beberapa hotel rata dengan tanah," tambahnya.
"Namun itu semua untuk Palu. Sementara situasi kabupaten Donggala, kami belum mendapat informasi," tambahnya.

Sementara Kepala BNPB, Willem Rampangilei, mengatakan, tim mereka baru akan tiba di Palu sekitar pukul 14:00.

"Lalu kami akan melakukan assessment terhadap kerusakan dan korban," katanya kepada wartawan. dari situ baru akan diketahui jumlah korban dan kerusakan.

"Yang jelas, prioritasnya adalah penyelamatan dan pencarian korban. Karena kemungkinan banyak korban tertimpa bangunan akibat gempa, atau terdampak Tsunami," katanya.

Kesaksian Mohamad Fajar, warga Sengau, Kecamatan Tetanga, Palu:

"Gempanya lumayan dasyat. Rata-rata jalan ke Palu barat ini semua retak, bahkan ada yang turunnya sampai 80 cm, amblas ke bawah. Tadi posisinya saya sementara di atas motor, saya jatuh. Langsung jatuh. Posisi saya sementara mengendarai motor, tiba-tiba gempa, jatuh. Lumayan keras. Ya ada luka di siku sebelah kanan. Lecet saja. Jembatan Empat, maskotnya Palu, itu patah tadi posisinya. Patah di tengah-tengahnya. Jadi akses dari selatan ke barat itu putus.

Terus di tempat saya juga ada rumah yang retak, ada tembok-tembok yang rubuh.
Orang-orang di sekitar saya, semua juga kan, posisi kan saya sementara di tengah kota. Jadi rata-rata di keliling gedung bertingkat, semua memang lari, lari keluar gedung, semua berhamburan ke tengah jalan.
Kalau gempanya sendiri tadi dia goyangnya sekitar hampir satu menit. Terus kalau efek setelah itu, sampai sekarang masih ada. Efeknya orang masih takut masuk ke dalam rumah. Semua orang ini posisi masih di luar rumah.

Rekaman Video Warga

Rekaman video warga yang selamat berdera di media sosial, menunjukkan kehanjuran di kawasan Pantai Talise. Masjid terapung yang terkenal, mengalami kerusakan berat.

Pantai penuh dengan berbagai barang dan puing, dan di sana-sini, ditemukan jasad.
Sementara Jembatan Kuning yang ikonik, rubuh.

Di beberapa tempat warga membaringkan jenazah yang ditemukan, dan mulai mengidentifikasi.
Jeritan dan tangisan terdengar dari warga yang kehilangan anggota keluarga.

Jaringan telekomunikasi sudah mulai membaik, namun masih sangat tidak stabil
.
Sementara itu, bandar udara Mutiara SIS Al-Jufri masih ditutup, karena berbagai kerusakan yang dialami.
Presiden Joko Widodo mentakan, "memantau keadaan dari waktu ke waktu, memanjatkan doa bagi korban dan keluarga mereka," dan memerintahkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, untuk mengkoordinasikan penanganan darurat.

Ia mengatakan, akan berangkat juga ke lokasi Tsunami dalam waktu dekat.

Dicemaskan banyak korban terperangkap di balik reruntuhan.

Menko Polhukam Wiranto sudah berangkat menuju lokasi tsunami bersama sejumlah menteri dan pejabat lain.

TNI dan berbagai lembaga darurat seperti PMI sudah pula mengirimkan fasilitas-fasilitas penyelamatan dan bantuan darurat ke lokasi. Namun bandara Palu yang belum pulih, dan jalan-jalan yang rusak di Sulawesi tengah, menghambat pengerahan fasilitas-fasilitas itu. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:bbcnewsindonesia
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sulawesi Tengah

       
        Loading...    
           
GoNews Kerugian dan Kerusakan Dampak Tsunami Sulteng Capai 13,82 Trililun
GoNews Luar Biasa.., Laga Amal All Star PSPS vs All Star Timnas di Stadion Utama Riau Kumpulkan Dana Rp500 Juta untuk Lombok dan Palu
GoNews Wiranto Akhirnya Mengakui, Korban Bencana Sulteng Belum Seluruhnya Terima Bantuan
GoNews Satgas Polwan dan Bhayangkari Indonesia Berikan Trauma Healing Korban Bencana Palu
GoNews Puluhan Komunitas Kumpulkan Jutaan Rupiah untuk Sulteng
GoNews Berbagai Aksi Seni Meriahkan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulteng
GoNews Satu Minggu, Musisi Inhil Berhasil Kumpulkan Rp38 Juta untuk Korban Gempa di Palu
GoNews Wapres JK dan Sekjen PBB Kunjungi Warga Pascagempa Sulteng
GoNews Aliansi Mahasiswa Bengkalis Galang Dana untuk Palu, Sigi dan Donggala
GoNews Sri Mulyani Mengaku Depresi saat Ditanya Dana untuk Korban Gempa
GoNews Terjun ke Palu, Tim Advance Korkesra DPR RI Kaget, Warga Sulit Terima Bantuan Gara-gara Tak Punya KTP
GoNews TNI-Polri Polres Labuhanbatu Doa Bersama Korban Gempa dan Tsunami Palu
GoNews Dukungan untuk Korban Tsunami, Tulisan Tetap Kuat Indonesia Terpampang saat PSG Bantai Lyon 5-0
GoNews Bantu Korban Tsunami, 8 OKP Bakal Gelar Gebyar Kebangsaan di TMII
GoNews Komunitas Malam Puisi Pekanbaru akan Gelar Aksi di RTH Kaca Mayang dan Atjeh Kupi untuk Galang Dana Bantu Korban Bencana di Sulteng
GoNews Mahasiswa Unri dan Warga Kampar Salurkan Bantuan Makanan dan Pakaian untuk Korban Tsunami Palu Lewat FPR
GoNews Selain Kirimkan Bantuan, Jajaran Polres Kampar Gelar Salat Ghaib dan Doa untuk Korban Bencana Palu - Donggala
GoNews Bantu Korban Gempa dan Tsunami di Palu - Donggala, Disdik Salurkan Rp290 Juta
wwwwww