Kader Golkar Tebingtinggi: Apri Budi Jangan Sok Tahu

Kader Golkar Tebingtinggi: Apri Budi Jangan Sok Tahu
Sahlul Umur Situmeang
Sabtu, 13 Oktober 2018 20:42 WIB
Penulis: Rel

TEBING TINGGI - Konflik internal di tubuh Golkar Sumut makin meruncing pasca revitalisasi pengurus. Bahkan muncul pula nama yang mengatasnamakan Wakil Sekretaris Golkar Sumut yang terkesan mencemarkan nama baik seorang kader senior di tubuh partai berlambang beringin tersebut.

Adalah seorang mengaku bernama Apri Budi yang dinilai mencemarkan nama baik seorang kader senior Golkar Sumut, Sahlul Umur Situmeang.

Dalam pernyataannya, Apri Budi mengaku sebagai wakil sekretaris Golkar Sumut. Dia menuding Sahlul Umur Situmeang jadi biang masalah dan layak dibuang sebagai pengurus Golkar Sumut.

Tak cuma itu, Apri Budi mengungkit soal Sahlul yang selama menjadi Plt Ketua Golkar Tebingtinggi, tak mampu melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Tebingtinggi.

Atas hal itu, kader senior Golkar Tebingtinggi Syamsuddin Gayo angkat bicara.

Kepada wartawan, Sabtu (13/10/2018) di Kota Tebingtinggi, Syamsuddin Gayo menegaskan persoalan Musda Golkar Tebingtinggi sudah selesai.

"Musda sudah selesai, dan Apri Budi jangan tiba-tiba paling tahu lalu mengungkit masa lalu. Kalau mau mengungkit, ungkitlah soal kondisi Golkar Tebingtinggi pasca Musda. Tau enggak dia kondisi di sini seperti apa. Lagipula saya mau tanya, siapa Apri Budi itu. Kok baru tahu saya ada wakil sekretaris Golkar Sumut namanya Apri Budi," urai Syamsuddin Gayo.

Soal lambatnya Musda Golkar Tebingtinggi terlaksana, Syamsuddin berujar sebaiknya Apri Budi memahami duduk persoalan terlebih dulu.

"Soal lambatnya Musda terlaksana, itu bukan salah Sahlul Umur Situmeang. Justru Sahlul mengedepankan kondusivitas Golkar Tebingtinggi karena saat itu adanya kepentingan tertentu ingin memaksakan kehendak," kata Syamsuddin.

Musda Golkar Tebingtinggi akhirnya sudah terlaksana, lalu bagaimana situasinya saat ini?

Menjawab hal itu, Syamsuddin mengaku prihatin. Menurutnya, keputusan yang diambil dengan cara dipaksa dan keterpaksaan, maka hasilnya tidak baik.

"Kondisinya sekarang porak-poranda. Banyak caleg perempuan di Golkar Tebingtinggi mengundurkan diri. Musda terlaksana bukan berarti Plt Ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia berhasil, tidak sama sekali. Justru malah sebaliknya. Bahkan kami menilai Ahmad Doli tidak bertanggungjawab atas kondisi yang porak-poranda di Golkar Tebingtinggi saat ini," tandas Syamsuddin.

Untuk itu, Syamsuddin menasihati Apri Budi untuk cerdas dalam memahami persoalan.

"Ya saya tau mungkin ada oknum di belakang yang menyetirnya. Saya sarankan, dengarlah nasihat yang cerdas agar tidak jadi bodoh dan cuma jadi corong kepentingan pribadi serta agar tidak jadi penjilat," tukas Syamsuddin.

Hal senada juga dikatakan Sahlul Umur Situmeang yang dianggap Apri Budi sebagai biang masalah Golkar Sumut.

Justru menurut Sahlul, yang menjadi biang masalah adalah orang-orang yang berkoar-koar menjelek-jelekkan Golkar Sumut melalui media sosial.

"Saya kira sebagian besar internal Golkar Sumut sudah tau siapa yang sering menjelek-jelekkan Golkar Sumut melalui medsos. Bahkan sudah pernah dicap sebagai kuman di tubuh Golkar Sumut," ujar Sahlul.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Politik, Umum, GoNews Group
wwwwww