Kode Keras, Lama Tak Muncul Gatot Nurmantyo Unggah Foto Bareng Fadli Zon & Sang Alang

Kode Keras, Lama Tak Muncul Gatot Nurmantyo Unggah Foto Bareng Fadli Zon & Sang Alang
Kamis, 27 Desember 2018 22:36 WIB
JAKARTA - Lama tak muncul Gatot Nurmantyo mengunggah foto bareng Fadli Zon dan Jhon Sang Alang melalui akun Instagram @nurmantyo_gatot.

Foto yang diunggah melalui akun Instagram Gatot Nurmantyo tersebut ramai dikomentari netizen termasuk yang mengaitkannya kode dukungan pada Pilpres 2019. Kode keras?

"Hari Sabtu tgl 22 Desember 2018. Alhamdulillah saya berkesempatan ziarah ke makam orang tua dan mertua dlm rangka akan melaksanakan ibadah umroh tgl 24 Desember nanti, dan saat kembali bertemu dgn wakil ketua DPR @fadlizon," tulis @nurmantyo_gatot.

Pada foto tersebut, Gatot Nurmantyo, Fadli Zon, dan Jhon Sang Alang, kompak tersenyum. Baju Fadli dan Gatot hampir senada berwarna biru tua, sedangkan Sang Alang warna biru muda.

Sang Alang yang berada di tengah dan diapit Gatot dan Fadli pun menunjukkan jari nomor dua mirip simbol pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Hingga Selasa (25/12/2018) pukul 23.00 WITA postingan Gatot Nurmantyo sudah dikomentari 698 kali. Banyak yang memberi ucapan selamat menunaikan ibadah umrah.

Adapula netizen yang mengait-ngaitkan foto yang diunggah dengan kode dukungan pada Pilpres 2019 mendatang. @ikeikram Kode. @roniyuliyanto Pertandaa. Akan merapat kah jenderal??

@mas_wyjang72 kode keras ini rupanya pak. Selain akun @nurmantyo_gatot, foto tersebut juga diunggah DPD Gerindra Sumut yang menyebut Gatot akan turun gunung.

@gerindrasumut Jendral (Purn) TNI Gatot Nurmantyo turun gunung.! #2019PresidenBaru #Prabowo-SandiPresidenKu #PartaiGerindra #2019GantiPresidenSudahSaatnyaPrabowoSandi.

Diketahui Fadli Zon merupakan Wakil Ketua DPP Gerindra sekaligus Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Sedangkan, Sang Alang merupakan pencipta lagu #2019GantiPresiden dan sudah meluncurkan lagu baru untuk kampanye Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 berjudul 'Prabowo-Sandi'.

Pensiun pada 1 April 2018. Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, resmi memasuki masa pensiunnya. Terhitung 1 April 2018, Gatot telah kembali menjadi warga sipil yang memiliki hak memilih dan dipilih.

Meski sudah pensiun ia masih akan tetap mengabdikan diri pada negara meski tak berseragam TNI dan memanggul senjata.

"Mengabdi kepada nusa-bangsa tak selalu berarti harus memanggul senjata, dan mulai hari ini saya memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai anak bangsa, anggota masyarakat sipil dan warga negara RI lainnya, termasuk untuk memiliki hak memilih, juga hak dipilih saat pemilu mendatang," kata Gatot beberapa waktu lalu.

Pria kelahiran Tegal 13 Maret 1960 atau 58 tahun lalu ini telah menjadi pucuk pimpinan sebagai Panglima TNI hingga Desember 2017 lalu. Memulai karier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat sejak tahun 1982.

"Puji syukur Alhamdulilah saya panjatkan kehadirat Allah SWT bahwa saya telah menjalankan rangkaian tugas sebagai seorang hingga tahun ini," jelas Gatot.

Ia menegaskan dirinya sama sekali tak menganggur setelah memasuki masa pensiun. Dia berkeinginan pula untuk mengabdikan kepada keluarga. "Di masa purna tugas, sementara ini saya ingin fokus dulu mencurahkan waktu untuk keluarga," tuturnya.

Beberapa waktu lalu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan Gatot kemungkinan besar akan terjun ke dunia politik setelah pensiun. Pasalnya Gatot selama ini memiliki komunikasi yang baik.

"Kalau tentara kan pensiun pilihannya istirahat, dan tentara biasanya enggak mau istirahat ingin terus berjuang, ada yang pilihannya aktif dalam dunia usaha, ada yang aktif di organisasi sosial kemasyarakatan, agama, saya memperkirakan Pak Gatot akan memilih jalur politik," ujar Riza.

Riza tidak menampik bahwa Gatot telah bertemu Prabowo Subianto setelah tidak lagi menjadi Panglima TNI. Dalam pertemuan tersebut menurut Riza, keduanya membicarakan masalah kebangsaan, yakni masalah-masalah yang dihadapi Indonesia sekarang. Dalam kesempatan tersebut juga Prabowo menanyakan rencana ke depan Gatot setelah pensiun termasuk kemungkinan terjun di dunia politik.

"Prabowo juga mempertanyakan kepada teman teman diskusi, apa keterlibatannya, apakah akan aktif berpolitik, atau punya cara lain untuk kontribusi pada bangsa. Biasanya pada kesempatan itu juga beliau mempersilahkan kalau bergabung dengan Parpol. Parpol manapun silahkan. Kalau mau bergabung dengan Gerindra kami membuka pintu selebar lebarnya," katanya.

Terkait kemungkinan Gatot bergabung dengan Gerindra menurut Riza, sangatlah mungkin. Gatot dan Prabowo memiliki kesamaan yakni sama-sama mantan prajurit TNI dan memiliki kepedulian yang sama terhadap bangsa Indonesia.

"Saya yakin banyak kesamaan antara Prabowo dan Gatot dalama memahami problematika bangsa, karena kan keduanya dari militer. Dengan banyaknya kesamaan saya yakin ada langkah langkah yang bisa bersamaan. Saya yakin Pak Gatot akan memilih jalur politik. Sekalipun saya tidak bisa mendahului," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tribunews
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww