Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
12 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
13 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
10 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
13 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
5
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
13 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
12 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fachruddin dan Seto Satu Tim di Laga Amal Tsunami Selat Sunda

Fachruddin dan Seto Satu Tim di Laga Amal Tsunami Selat Sunda
Sabtu, 29 Desember 2018 21:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KLATEN - Bek Madura United FC, Fachruddin Aryanto, dan pelatih kepala PSS, Seto Nurdiyantoro, tergabung dalam tim yang sama pada laga amal di Lapangan Kurung, Ceper, Klaten, Sabtu, 29 Desember 2018.

Pada laga itu mempertemukan Klaten All Star melawan Solo All Star. Klaten All Star digawangi Fachruddin Aryanto yang merupakan putra asli kabupaten tersebut dengan beberapa mantan pemain PSS. Sedangkan Solo All Star kebanyakan adalah mantan pemain dari Persis. 

Kedua tim yang dibentuk dadakan ini untuk menggalang dana bantuan korban tsunami Selat Sunda. Semua pemasukan dari tiket penonton dan karcis parkir, disumbangkan buat warga masyarakat korban tsunami Selat Sunda.

Pertandingan ini berlangsung dalam format tiga babak. Masing-masing babak berdurasi 30 menit. Laga ini berlangsung sengit. Kendati beberapa pemain yang turun kebanyakan sudah pensiun dari lapangan hijau.

"Ya ini karena undangan teman, terus juga statusnya laga amal. Jadi cari keringat sekalian beramal," kata Seto Nurdiyantoro yang mengajak serta dua saudara kandungnya yang juga mantan pemain PSS, yaitu Yohanes Yuniantara dan Fajar Listiyantoro.

Sedangkan Fachrudin Aryanto tampak senang bisa menyapa warga Klaten. Sebagai putra daerah yang sekarang sudah sukses sampai menjadi pilar Timnas Indonesia, Fachruddin Aryanto tidak akan melupakan daerah asalnya.

Dalam pertandingan itu komentator sempat menyebutkan nama sehari-hari Fachruddin Aryanto kalau di lapangan Klaten adalah Pairo. Bek tengah Madura United itupun tampak menikmati jalannya pertandingan. ***


wwwwww