Kasus Korupsi Bantuan Dana ke KONI, KPK Pastikan Akan Panggil Menpora

Kasus Korupsi Bantuan Dana ke KONI, KPK Pastikan Akan Panggil Menpora
Sabtu, 29 Desember 2018 11:40 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memanggil Menpora Imam Nahrawi untuk diklarifikasi terkait kasus korupsi penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018.

"Kalau pemeriksaannya pasti, pasti klarifikasi. Pasti diperiksa, itu pasti," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/12).

Namun, Agus belum bisa menjelaskan secara pasti kapan Imam Nahrawi akan dipanggil lembaganya. "Anda tunggu saja," ucap Agus.

Dalam pengembangan kasus itu, KPK telah mengidentifikasi peruntukan dana hibah dari Kemenpora ke KONI tersebut akan digunakan untuk pembiayaan pengawasan dan pendampingan atau wasping.

Pembiayaan wasping tersebut mencakup antara lain penyusunan instrumen dan pengelolaan 'database' berbasis Android bagi atlet berprestasi dan pelatih berprestasi tahun jamak atau multi event internasional.

Selanjutnya, penyusunan instrumen dan evaluasi hasil pemantauan dan evaluasi atlet berprestasi menuju SEA Games 2019. Terakhir, penyusunan buku-buku pendukung wasping peningkatan prestasi olahraga nasional.

5 tersangka KPK total telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu antara lain diduga sebagai pemberi, yaitu Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA). Sedangkan diduga sebagai penerima, yakni Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kempora dan kawan-kawan serta Eko Triyanto (ET) yang merupakan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga dan kawan-kawan.

Diduga Adhi Purnomo, Eko Triyanto dan kawan-kawan menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp318 juta dan dari pejabat KONI terkait hibah pemerintah kapada KONI melalui Kemenpora. Diduga Mulyana menerima uang dalam ATM dengan saldo sekitar Rp100 juta terkait penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018.

Sebelumnya Mulyana telah menerima pemberian-pemberian lainnya yaitu pada April 2018 menerima satu unit mobil Toyota Fortuner, pada Juni 2018 menerima sebesar Rp 300 juta dari Jhonny E Awuy, dan pada September 2018 menerima satu unit smartphone merk Samsung Galaxy Note 9. Dana hibah dari Kempora untuk KONI yang dialokasikan adalah sebesar Rp17,9 miliar. Pada tahap awal, diduga KONI mengajukan proposal kepada Kempora untuk mendapatkan dana hibah tersebut.

Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai "akal-akalan" dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya. Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kempora dan KONI untuk mengalokasikan "fee" sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp3,4 miliar.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus itu, tim KPK juga menyita sejumlah barang bukti antara lain uang sebesar Rp318 juta, buku tabungan dan ATM (saldo sekitar Rp100 juta atas nama Jhonny E Awuy yang dalam penguasaan Mulyana), mobil Chevrolet Captiva warna biru milik Eko Triyanto serta uang tunai dalam bingkisan plastik di kantor KONI sekitar sejumlah Rp7 miliar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:beritasatu.com
Kategori:DKI Jakarta, Olahraga, Pemerintahan, Hukum, Peristiwa, GoNews Group

GoNews KPK Pastikan Periksa Imam Nahrawi Terkait Dugaan Suap Dana Hibah KONI
GoNews Azis Syamsuddin Minta Kemenpora Beri Perhatian Kepada Anak Peraih Perunggu Olimpiade Sydney 2000
GoNews Derita Peraih Perunggu Olimpiade Sydney 2000, Terpaksa Tahan Air Mata saat Tak Bisa Penuhi Anak Minta Makan
GoNews Gara-gara Gatot Ajak Tidur Isteri di Kantor, Terkuak Terlalu Banyak Jumlah Honorer di Kemenpora
GoNews Alasan Takut Keluarga Berantakan, Gatot Ngaku Tidur dengan Istri di Kantor Sejak Pembekuan PSSI
GoNews Kebangetan, Ruangan Sesmenpora Disulap Seperti Apartemen, Tapi Gaji Puluhan Staf Honorer Belum Dibayar
GoNews Buset..., Pergi Plesiran ke Padalarang, Papa Setnov Kecoh Petugas Lapas Sukamiskin
GoNews Waduh, LPSK Tolak Lindungi Saksi dan Ahli Tim Prabowo-Sandi di Sidang MK, Kenapa?
GoNews 30 Orang Siap Bersaksi Kecurangan Pilpres Asal Keselamatannya Dijamin
GoNews Tolak Ajakan Senior untuk KLB, Demokrat DKI: Kami Tetap Patuh dengan AD/ART
GoNews Proses Sidang Ajang Pembuktian Hakim MK yang Hanya Takut Allah
GoNews Pasca Bencana Didatangi Anies, Gubernur Sulteng Ngaku Dibantu Pemprov DKI Rp60 Miliar
GoNews KPU Sulit Cari Tiket Pesawat, BPN: Mungkin Mereka Kelabakan Karena di Luar Skenario
GoNews Sidang MK Sepi Pendemo, Bukti Pendukung Prabowo Percaya Kepada Pemimpin
GoNews KPU Alasan Susah Dapat Tiket Pesawat, Netizen Anggap Arief Budiman sedang Melawak
GoNews Gugatan Prabowo-Sandi Cerminan Suara Rakyat, PKS: Semoga MK Menangkap Aspirasi Itu
GoNews Waduh... Pasca Lebaran dari Data Pengadilan Agama Kajen, Ada 103 Janda Baru di Pekalongan
GoNews Amankan Musyawarah Kasus Pengeroyokan, Dua Polisi di Bengkulu Malah Dibacok Warga
wwwwww