Sales Misson Wonderful Indonesia di Thailand Membuahkan Hasil, Ini Buktinya

Sales Misson Wonderful Indonesia di Thailand Membuahkan Hasil, Ini Buktinya
Sejumlah turis Thailand tiba di Bandara SSK II Pekanbaru. (istimewa)
Senin, 31 Desember 2018 19:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Kementrian Pariwisata (Kemenpar) beberapa waktu lalu menggelar Sales Mission Wonderful Indonesia. Lokasinya adalah Thailand yakni kota Chiang Mai, Phuket dan Bangkok, pada tanggal 27 hingga 30 Agustus 2018. Dipilihnya Thailand karena menjadi salah satu prioritas Indonesia di wilayah Asia Tenggara.

Disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Riau, Fahmizal Usman, target Seles Mission Wonderful Indonesia membuahkan hasil positif. Hal ini dibuktikan dengan adanya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari negeri gajah putih itu ke Provinsi Riau.

Dijelaskanya, wisman dari Thailand masuk melalui di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, pada Minggu (30/12) malam. Mereka satu keluarga, berjumlah empat orang, yakni Mr Raksaporn, Mr Thanaphoom, Ms Dujjan dan Ms Pannada Sudito. Kedatangan turis tersebut mengunjungi situs cagar budaya candi Muara Takus di Kabupaten Kampar Provinsi Riau.

"Hadirnya turis dari Thailand ke Riau merupakan hasil dari Sales Mission Wonderful Indonesia beberapa waktu lalu. Kemenpar memfasilitasi pertemuan langsung antara biro perjalanan Indonesia selaku seller dengan biro perjalanan asing di tiga kota itu selaku buyer," kata Kadispar Riau, Fahmizal Usman, di Pekanbaru, pada Senin (31/12/2018).

"Pada bulan Agustus lalu kami dari Dispar Riau dilibatkan oleh Kemenpar dalam kegiatan Sales Mission Wonderful Indonesia di Thailand. Ada 11 seller dari Indonesia dan 19 buyers dari Thailand. Rombongan dari Riau yakni ASITA Riau, perwakilan dari perhotelan, biro perjalanan wisata dan Dinas Pariwisata Riau selaku perwakilan dari Pemerintah Provinsi Riau," ujar Kadispar Riau, Fahmizal Usman.

"Biro perjalanan wisata Tigo Balai Tour Pekanbaru, ketika di Thailand ikut melakukan penjualan paket wisata situs cagar budaya candi Muara Takus. Dan ini terbukti membuahkan hasil dengan hadirnya para wisman dari negara tersebut," ungkap Fahmizal.

Candi Muara Takus adalah situs candi tertua di Sumatra yang bersifat Buddhis dan arsitektur candi yang dibuat dari batu pasir, batu sungai dan batu bata. Secara fisik, candi Muara Takus sekilas mirip dengan candi Ayuthia di Bangkok utara yang pernah menjadi Ibukota Thailand zaman dulu.

Terpisah, Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/11/2018) lalu, menyampaikan Pariwisata Thailand juga mampu memberikan impact positif. GDP Thailand pun mencapai 2,8% pada 2015 dengan nilai yang berada pada level USD 395,2 miliar. Pergerakan dari wisman Thailand ke Indonesia juga meningkat 37,7% pada 2017. Jumlah riilnya sekitar 106.510 orang. Lalu, target 125 ribu orang pun dipasang Kemenpar untuk tahun ini.

"Sama seperti program Sales Mission lainnya, para sellers akan bertemu dengan buyers Thailand secara langsung. Dari situ, diharapkan adanya deal bisnis yang positif dan menjanjikan. Ke depannya bisa terus memberikan pengaruh baik bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia," tegasnya lagi,” kata, Giri Adnyani.

Ia juga menuturkan, Kemenpar tidak sekadar menjual Bali sebagai destinasi unggulan. Tapi juga destinasi prioritas yang ada di Jakarta, Riau, Jogjakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh dan Sumatera Barat. Koneksi bisnis dengan buyers lokal Thailand memberikan banyak keuntungan. Sehingga harapanya deal bisnis pun bisa menjanjikan.***


wwwwww