Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
19 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
19 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
18 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
18 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
19 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
19 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Motif Pembunuhan Perempuan di Benai Kuansing Terungkap, Pelaku Ngaku Sakit Hati

Motif Pembunuhan Perempuan di Benai Kuansing Terungkap, Pelaku Ngaku Sakit Hati
Polres Kuansing menunjukkan barang bukti pembunuhan wanita di Benai saat konferensi pers
Rabu, 02 Januari 2019 12:09 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Tidak butuh lama bagi Polsek Benai dan Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau untuk mengungkap kasus penemuhan mayat seorang perempuan, Yuniati alias Uni (58) warga Talontam. Peristiwa itu terjadi pada 29 Desember 2018.

Berselang dua hari, polisi langsung menangkap satu orang pelaku. Yakni Agus Saputra (21), warga Banjar Benai Kecamatan Benai.

Menurut Kapolres Kuansing AKBP M Mustofa, pelaku saat itu baru pulang melihat acara di Benai Kecil. Ketika sampai di TKP, pelaku berpapasan dengan korban.

"Pengakuan pelaku, korban mengata-ngatainya dengan perkataan kotor dan menyatakan pelaku gila. Karena sakit hati, ia langsung memukul korban dengan tangan," ujar Mustofa didampingi Kasat Reskrim AKP Andi Cakra, Rabu (2/1/2019) di Mapolres Kuansing.

Ketika korban terjatuh, lanjut Kapolres, pelaku langsung mengambil sebilah pisau cutter dari pinggangnya dan menyayat leher korban.

"Korban tidak melawan. Setelah meninggal, korban langsung diseret ke parit irigasi," ujar Mustofa. Kemudian, pelaku pulang ke rumahnya di Desa Banjar Benai.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, masyarakat Benai digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan. Awalnya, pihak keluarga curiga dengan korban yang tak kunjung pulang pada pagi itu.

"Korban punya kebiasaan membuang air di parit irigasi Rawang Udang. Karena tak juga pulang, pihak keluarga mencari dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia," urai Mustofa. ***


wwwwww