Home > Berita > Hukum

Ini Cerita Paman Korban Sampai Pelaku Tega Menculik dan Membunuh Sepupunya di Siak

Ini Cerita Paman Korban Sampai Pelaku Tega Menculik dan Membunuh Sepupunya di Siak
Tersangka MS saat diinterogasi pihak kepolisian
Jum'at, 04 Januari 2019 18:10 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
SIAK SRI INDRAPURA - Kejadian penculikan dan pembunuhan di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, terhadap anak berumur 5 tahun dan pelakunya merupakan sepupunya berinisial MS masih 19 tahun, menyita banyak perhatian dan kewaspadaan masyarakat.

Paman korban bernama Asril atau yang biasa disapa Doyok menceritakan kepada GoRiau.com bagaimana pelaku MS sebelum kejadian penculikan dan pembunuhan, 28 Desember 2018. Dirinya merupakan paman kandung MS dan korban, serta ibu pelaku merupakan adik kandung Asril dan kakak kandung ayah korban.

"Dia (pelaku, red) dari sekolah dasar sudah masuk sekolah agama di Perawang (Kecamatan Tualang). Saat masih sekolah dasar saja dia sudah banyak membuat banyak masalah," katanya, Jumat (4/1/2019).

Dikatakannya, setelah lulus sekolah agama di Perawang, pelaku dimasukkan sekolah di sekolah agama yang ada di Pekanbaru oleh dirinya. Saat sekolah di Pekanbaru, pelaku berulang-ulang membuat permasalahan baru.

"Semua biaya sekolah dia dan dua adiknya memang saya yang membantu. Jadi tidak tidak benar dia pernah sekokah di Pondok Pesantren Nurul Ilmi di Perawang. Apalagi saya berkata kasar sama dia," ujarnya.

Ayub merupakan anak keempat dari lima bersaudara dari Roffi dan Efni, sambungnya. Saat menjalani pendidikan di Pekanbaru, beragam permasalahan dilakukan oleh pelaku. Mulai dari mencuri uang dan memukul pegawai sekolah.

"Saat itu, karena Roffi merupakan alumni sekolah tempat MS menimba ilmu, dibantu oleh pihak sekolah tidak mengeluarkan MS. Saat sudah mulai tidak membuat masalah, pelaku kembali membuat masalah di sekolahnya dan saya juga yang menyelsaikannya. Sampai tak bisa dirundingkan lagi masalah MS di sekolah dan akhirnya dikeluarkan," ungkapnya.

Pelaku MS sudah sekitar 6 bulan yang lalu dikeluarkan dari sekolah di Pekanbaru. Sekitar bulan Desember, tiba-tiba ibu pelaku yang juga adek Asril datang menemuinya untuk meminta bantuan pernikahan pelaku.

"Karena yang mau menikah ini keponakan saya sendiri. Anak saya juga jatuhnya, ya saya bantu. Namun, kebenaran saya memberikan bantuan rumah dan mobil untuk keponakan lainnya tidak benar," katanya lagi.

Asril pun tidak menyangka, kalau keponakannya sendiri yang tega melakukan penculikan dan pembunuhan. Padahal, MS dengan korban merupakan sepupu kandung.

"Roffi adik saya, sangat tegar menghadapi cobaan ini. Saya pun berharap kejadian ini tidak terulang pada keluarga saya sendiri dan keluarga lainnya," ungkapnya. ***

Kategori:Hukum, Riau, Peristiwa

wwwwww