Home > Berita > Umum

Dilarang Meracun dan Menyetrum Ikan di Sungai Kampar, Jika Melanggar akan Dipenjara dan Didenda

Dilarang Meracun dan Menyetrum Ikan di Sungai Kampar, Jika Melanggar akan Dipenjara dan Didenda
Sungai Kampar
Sabtu, 05 Januari 2019 14:40 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Kepala Desa Koto Perambahan, sering menerima laporan, bahwa ikan di sungai Kampar, Riau, sering ditangkap dengan menggunakan dengan alat setrum dan meracun seperti menuba.

Mendapat aduan ini, Kepala Desa Koto Perambahan, Sahrul lansung mengeluarkan surat larangan keras. Isi dalam surat itu, jika dilanggar akan dipenjara 10 tahun dan di denda Rp.100 juta.

Surat yang bernomor 300/KP/10 ini ditandatangani atas nama Sahrul, selaku Kepala Desa Koto Perambahan. Dan ditembuskan kepada Babinsa Koto Perambahan, Bhabinkamtibmas Koto Perambahan, Camat Kampar, BPD, LPM, kepala dusun se-Desa Koto Perambahan, Ketua RT/RW se-Desa Koto Perambahan dan Ketua Pemuda Koto Perambahan.

Dengan telah dibuatnya surat ini, Sahrul mengharapkan kepada masyarakat dan pemerintah desa untuk menyebarkan luaskan himbauan itu.

Sahrul kepada GoRiau.com, Sabtu, (5/1/2019) dibuatnya surat ini karena sering pemerintah desa mendapatkan laporan dari warga, bahwa adanya orang yang menangkap ikan dengan menggunakan alat setrum, dan dengan cara meracuninya.

"Surat ini kita buat berdasarkan banyaknya masyarakat mengadu tentang adanya orang yang tidak bertanggung jawab, dalam menangkap ikan dengan alat yang dapat membahayakan kelestarian sumber daya ikan di sungai Kampar," jelasnya.

Sementara itu Camat Kampa, Kholis Febriyasmi juga menghimbau kepada warga di Kecamatan Kampa, khususnya warga Desa Koto Perambahan agar tidak lagi mencari ikan di sungai dengan cara memutas dan menggunakan alat setrum. ***

Kategori:Umum, Riau

GoNews Mobil yang Terjun ke Sungai Kampar karena Sopir Mengantuk dan Bermerek Honda CRV
GoNews Lagi, Mobil Terjun ke Sungai Kampar di Kilometer 77-78 Desa Rantau Berangin
GoNews Berikut Penjelasan Polisi Terkait Innova yang Terjun ke Sungai Kampar dan Tewaskan 2 Orang
GoNews Jumlah Penumpang Innova yang Tewas di Sungai Kampar Bertambah Jadi 2 Orang
GoNews Inova dari Padang Tujuan Pekanbaru Terjun ke Sungai Kampar, 1 Tewas
GoNews Anak-Anak di Suka Karya Jadikan Banjir Sebagai Kolam Renang
GoNews Satu Unit Mobil Toyota Rush dan Pengemudinya Hanyut Terseret Arus Banjir Sejauh 200 Meter di Jalan Srikandi Pekanbaru
GoNews KPSN Dukung Duet Iwan Bule dan Menantu Jokowi Pimpin PSSI
GoNews Berdiri Sejak 1975, Nuansa Maninjau Resort Tetap Eksis Tawarkan Kemewahan dan Keindahan Alam di Sumatera Barat
GoNews Yusril Minta MK Tolak Permohonan Tim Hukum Prabowo-Sandi
GoNews Ke Pariaman Jangan Cuma di Pantai, Ajak Juga Keluarga Berwisata Edukasi di Penangkaran Penyu
GoNews Kedokteran Jurusan Paling Diminati di SBMPTN, BAK Unri: Kemungkinan Peminat Tahun 2019 Tidak Jauh Berbeda
GoNews Konsolidasi Tanpa Mengabaikan Check and Balance
GoNews Pakar: Yang Lebih Deg-degan Nunggu Hasil Putusan MK Itu Ya KPU, Bukan Prabowo Atau Jokowi
GoNews KPU Kesulitan Hadirkan Saksi Alasan Tiket Mahal, Praktisi: Angkutan Banyak, Lewat Virtual Juga Bisa
GoNews Tak Berlaku BPJS Mandiri di RS Swasta, Plt Kadiskes Kampar urus BPJS Guru Ngaji yang Terserang Tumor Usus Ganas ke Program Integritas
GoNews Pasca Bencana Didatangi Anies, Gubernur Sulteng Ngaku Dibantu Pemprov DKI Rp60 Miliar
GoNews Sidang MK Sepi Pendemo, Bukti Pendukung Prabowo Percaya Kepada Pemimpin
wwwwww