Gara-gara Isteri Kerokin Pria Lain, Suami Kalap Main Bacok

Gara-gara Isteri Kerokin Pria Lain, Suami Kalap Main Bacok
Rabu, 09 Januari 2019 22:46 WIB
BOYOLALI - Seorang suami di Boyolali gelap mata. Diduga lantaran dibakar api cemburu, dia nekat membacok seorang pria yang sebelumnya dikeroki oleh istri pelaku.

Kejadian itu menimpa Supriyanto (49) warga Dukuh Mongkrong, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali. Korban yang mengalami luka bacok dibeberapa bagian tubuhnya itu kemudian ditolong warga dibawa ke RS Sisma Medika, Kecamatan Karanggede, Boyolali.

Sedangkan pelaku yakni Deni Kurniawan (31) warga Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede, setelah membacok korban langsung melarikan diri.

Korban mengalami luka bacok di jari, lengan dan belakang ketiak tangan kiri akibat sabetan sabit pelaku. Motif penganiayaan tersebut diduga karena pelaku cemburu kepada korban. Karena sebelumnya, korban meminta istri pelaku untuk ngeroki/kerik.

"Iya, diduga karena pelaku cemburu kepada korban," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto, Rabu (9/1/2019).

Ia menjelaskan kejadian itu bermula ketika korban datang ke rumah pelaku dan bilang jika tidak enak badan. Korban hendak meminta tolong istri pelaku untuk dikerik. Namun dijawab oleh pelaku jika istrinya, Lela Martina (40), sedang ke pasar dan diminta menunggu sepulang dari pasar.

Sembari menunggu, korban duduk di sadel sepeda motor di depan rumah pelaku. Sekitar pukul 10.00 WIB, istri pelaku pulang. Kemudian korban pun mengutarakan maksud kedatangannya, minta tolong untuk dikerik.

"Kemudian korban masuk ke rumah dan duduk di kursi ruang tamu. Saksi (istri pelaku) minta izin pada pelaku (untuk ngeroki korban) dan diizinkan. Selanjutnya korban dikeroki saksi, sedangkan pelaku berada di depan pintu," jelasnya.

Setelah selesai dikeroki, korban pun pamit pulang kepada saksi dan suaminya dan hendak ke tempat Kos-kosan Pelangi di Kebonan, Karanggede. Sekitar pukul 13.45 WIB, korban sedang pijitan di tempat kos-kosan, tiba-tiba ditelepon oleh pelaku dan meminta agar datang ke rumahnya.

Tanpa rasa curiga, korban yang hanya mengenakan kain sarung coklat datang ke rumah pelaku. Sesampainya di rumah itu, pelaku langsung menggertak korban.

"Kowe arep nyoba aku (kamu mau nyoba saya)," kata Willy menirukan ucapan pelaku.

"Aku ora duwe pikiran sing ora ora ro bojomu (Saya tidak punya pikiran apa-apa pada istrimu)," jawab korban.

Namun pelaku kemudian memukul muka korban dengan tangan kosong satu kali hingga korban jatuh. Saat korban hendak berdiri, pelaku mengambil sebilah sabit dari balik badannya dan langsung diayunkan ke tubuh korban.

Istri pelaku yang melihat kejadian itu berusaha melerai sehingga terkena sabetan sabit pada jari telunjuk dan jempol tangan kirinya. Pelaku belum berhenti. Pelaku terus mendekati korban dan kembali mengayunkan sabitnya. Korban berusaha menangkis dengan tangan kiri. Sehingga lengan tangan kirinya terluka cukup parah.

Lalu korban berusaha menghindar dengan keluar rumah dan sampai di depan pintu, pelaku kembali membacoknya dari belakang yang mengenai punggung sebelah kiri dibawah tangan kiri. Akibatnya luka terbuka berdarah. Selanjutnya, korban berjalan ke utara di jalan kampung tersebut dan bertemu saksi Toyibi (49), yang kemudian menolongnya membawa korban ke rumah sakit.

Sementara pelaku kemudian terlihat melarikan diri. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Karanggede untuk penyelidikan lebih lanjut.

"(Pelaku) Belum ketangkap. Tim gabungan Sapu Jagat (Polres Boyolali) dan Reskrim Polsek Karanggede masih melakukan pencarian keberadaan pelaku," tegas Willy.

Dalam kasus ini, petugas menyita sarung berlumur darah milik korban dan sabit yang digunakan pelaku membacok korban.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Jawa Tengah

wwwwww