SBY Tak Bisa Diamkan Andi Arief, Pengamat: Elektabilitas Demokrat Terancam

SBY Tak Bisa Diamkan Andi Arief, Pengamat: Elektabilitas Demokrat Terancam
Pengamat Politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus. (istimewa)
Rabu, 09 Januari 2019 22:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Jika Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus diam dengan cuitan Wasekjen Demokrat Andi Arief, baik terkait hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos, dan pernah akan boikot pilpres 2019, tentu akan merugikan Demokrat di pemilu April 2019 nanti.

"Seharusnya sebagai pimpinan tertinggi partai, Pak SBY bisa mengklarifikasi cuitan tersebut. Karena ada upaya untuk mendeligitimasi penyelenggara pemilu, yaitu KPU. Apalagi cuitan itu dilakukan berkali-kali," tegas pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, Rabu (9/1) malam.

Bahkan lanjut Lucius, Andi Arief pernah akan memboikot pilpres 2019. Meski belum jelas alasannya, jika memboikot berarti Demokrat akan menggagalkan ribuan calegnya di seluruh Indonesia yang sudah siap mengikuti kontestasi di pileg 2019 tersebut. Kenapa?

"Pilpres saat ini berbeda dengan pilpres sebelumnya. Dimana pemilu serentak ini bukan saja pilpres, tapi juga pileg. Nah, jika Demokrat berupaya memboikot pilpres, bukankah Demokrat menjadi peserta pemilu 2019? Kan, aneh," kata Lucius lagi.

Sehingga apa yang dilakukan oleh Andi Arief itu kontraproduktif dengan Demokrat sebagai peserta pemilu, dan juga dengan SBY yang selalu mengedepankan etika dan kesantunan dalam politik.

Untuk itulah lanjut Lucius, SBY perlu menjelaskan kepada masyarakat. Jika tidak, maka Demokrat bisa terancam. Apalagi di masa kampanye ini semua partai harus mencitrakan positif dan baik, agar mendapat simpati dan dipilih rakyat.

"Jadi, jika SBY membiarkan itu, maka Demokrat yang dirugikan," ungkapnya.

Namun, Lucius mengaku belum mengerti jika ada strategi politik rahasia SBY dengan terus mendiamkan sikap Andi Arief yang kontraproduktif tersebut.

Apakah panik karena khawatir tak lolos masuk DPR? "Saya tidak tahu. Yang jelas, semua partai dan kedua capres masih sama-sama mempunyai kesempatan untuk mendapat tempat di hati rakyat. Semua berpeluang untuk dipilih, terpilih, dan memenangi kontestasi pemilu itu," pungkasnya.***


GoNews Apapun Cara Lawan Hancurkan Partai Demokrat Riau, Sayed: Kami Tetap Eksis, Bahkan Semakin Dikenal
GoNews Ketua Demokrat Dumai Ajak Jangan Gadaikan Hak Suara, Apalagi Dibawah Harga Seekor Anjing
GoNews Ditawari Gabung ke PPP, Asri Auzar Yakin Firdaus MT Masih Setia dengan Demokrat
GoNews Setelah Perusakan Atribut di Pekanbaru, Kini Giliran Bendera Demokrat Dibakar OTK di Dumai
GoNews Demokrat Yakini Ada Institusi Siluman Dibalik Perusakan Atribut Partai di Riau
GoNews Hinca: Perusakan Baliho dan Bendera Kami di Riau, Dilakukan Secara Masif dan Tak Beradab
GoNews Kata Sekjen Demokrat, Ada Tekanan Turunkan Atribut Partai di Riau
GoNews Berikut 10 Fakta Baru Perusakan Bendera Partai Demokrat di Pekanbaru, SBY Beda Pendapat dengan Wiranto
GoNews Kasus Perusakan Bendera Demokrat, Bawaslu Telusuri Unsur Pidana Pemilu
GoNews Baru Saja, Kubu Jokowi Gelar Pertemuan di Kediaman Jusuf Kalla, Ada Apa Ya?
GoNews Prabowo Bilang, Kalau Demokrat Disakiti, Kita Juga Merasa Tersakiti
GoNews Kata Wiranto, Perusak Baliho di Pekanbaru Oknum Kader PDIP dan Partai Demokrat
GoNews Ternyata dari 3 Pelaku Perusakan Atribut yang Ditahan, 2 yang Merusak Atribut PDIP Pada Hari Minggu, Ini Penjelasan Kapolda Riau
GoNews Soal Perusakan Atribut Demokrat, Kapolda Riau: Jadikan Itu yang Terakhir, Jangan Ada Lagi, Polri akan Ambil Tindakan Tegas
GoNews Polisi Tangkap dan Tahan 3 Pelaku Perusak Atribut Partai di Pekanbaru
GoNews Kasus Perusakan Ribuan Bendera di Pekanbaru, Demokrat Klaim Dapatkan Bukti Kuat Adanya Campur Tangan Kekuasaan
GoNews Dituding Dalangi Perusakan Bendera Demokrat di Pekanbaru, Begini Tanggapan Sekjen PDIP
GoNews Geram Terhadap Aksi Perusakan Bendera Demokrat, AHY Turun ke Pekanbaru Lakukan Investigasi
wwwwww