Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
2 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
9 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
5
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
9 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
6
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kemiskinan di Maluku dan Papua Masih Tinggi, Ini Pembelaan Sri Mulyani

Kemiskinan di Maluku dan Papua Masih Tinggi, Ini Pembelaan Sri Mulyani
Ilustrasi. (istimewa)
Kamis, 07 Februari 2019 10:23 WIB
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta orang atau 10,12 persen pada September 2017. Tingkat kemiskinan menurut pulau di Indonesia masih terpusat di Indonesia bagian Timur, yakni Maluku dan Papua dengan persentase 21,23 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah selama tiga tahun terakhir fokus menurunkan tingkat kemiskinan di seluruh daerah di Indonesia. Namun demikian, untuk Maluku dan Papua memang belum menurun signifikan. Sebab, daerah tersebut telah tertinggal cukup lama.

"Bapak Presiden sudah bertekat kita membangun daerah dari yang terpencil supaya pemerataan pembangunan ekonomi bisa dijalankan. Namun memang daerah daerah tersebut, Maluku dan Papua ini ketertinggalannya cukup lama," ujarnya di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (2/1) yang lalu.

"Jadi kalau tiga tahun ini Pak Presiden fokus memperbaiki, tentu tidak bisa atau belum bisa menutup seluruh ketertinggalan yang sudah cukup lama ini," tambahnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, untuk mengejar ketertinggalan di daerah tersebut pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur agar dapat setara dengan daerah lain. Beberapa infrastruktur yang terus dibangun antara lain jalan dan pelabuhan.

"Kita berharap bahwa momentum yang saya sampaikan tadi seluruh pembangunan dan belanja modal, membangun infrastruktur di daerah pinggiran baik itu listrik, jalan raya kemudian untuk pelabuhan bisa membuat perekonomian lebih berkembang dan kemiskinan juga bisa berkurang," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Maluku, Papua

wwwwww