HPN 2019, FJ-PM Ziarah ke Makam Tokoh Pers Pendiri Harian 'Medan Prijaji'

HPN 2019, FJ-PM Ziarah ke Makam Tokoh Pers Pendiri Harian Medan Prijaji
Ziarah sejumlah insan pers di Hari Pers Nasional. (GoNews.co)
Sabtu, 09 Februari 2019 22:32 WIB
Penulis: Irwan Marsaoli
HALMAHERASELATAN - Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2019 hari ini, juga turut diperingati Forum Jurnalis dan Pemerhati Media (FJ-PM) di Kabupaten Halmahera Selatan dan Generasi Muda Sultan Bacan (Gema Suba).

Para jurnalis ini mengisi kegiatan HPN dengan melakukan ziarah ke makam salah satu tokoh pers nasional, Boki Fatma Binti Muhammad Usman Sadik yang diberi gelar Princes Kasiruta.

Ziarah dan pembacaan do'a di makam Princes Kasiruta ini dipimpin Ustaz Ikhwan, Selasa (9/2/2019), sore tadi.

Acara ini juga dihadiri Koordinator FJ-PM Irwan Marsaoly bersama sejumlah wartawan dan ketua Gema Suba M. Husni Muslim serta pengurus Gema Suba di Areal pekuburan Arab bukit Borero Desa Amasing Bacan, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Irwan Marsaoly mengatakan, ziarah ke makam anak dari Sultan Bacan Muhammad Usman Sadik ini, dilakukan untuk memgenang jasa Almarhumah atas pengabdiannya terhadap dunia Pers di zaman Hindia belanda.

"Momentum Hari Pers Nasional ini, kami bersama gemasuba melakukan ziarah ke makam Boki Fatma untuk mengenang jasa jurnalis Boki Fatma terhadap dunia pers," jelasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Boki Fatma sangat membanggakan. Karena putri Sultan Bacan ini ikut berjuang melawan penjajah bersama suaminya RM Tirto Adhi Soerjo yang merupakan tokoh Pers Nasional melalui media massa di zaman Hindia Belanda.

Sementara itu, ketua Gema Suba, M Husni Muslim menjelaskan, Boki Fatma binti Sultan Muhammad Usman Sadik adalah salah satu tokoh Pers yang ikut membantu suaminya menerbitkan koran 'Medan Prijaji' di tanah Jawa pada 5 Oktober 1910.

Koran Harian ini mendapat sambutan baik dari pembacanya saat itu dan mampu bersaing dengan koran terbitan milik Belanda.

"Namun, Medan Prijaji tak hidup terlalu lama. Surat kabar yang mengedepankan kepentingan pribumi itu terbit terakhir pada 3 Januari 1912 dan pada 23 Agustus 1912. Medan Prijaji pun ditutup oleh pemerintah kolonial lantaran isi surat kabar itu selalu berseberangan dengan pemerintah kolonial saat itu," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Umum, Pemerintahan, DKI Jakarta, Maluku Utara

       
        Loading...    
           
wwwwww