Digugat Rp 1 Triliun Oleh Abu Janda, Ini Jawaban Pihak Facebook

Digugat Rp 1 Triliun Oleh Abu Janda, Ini Jawaban Pihak Facebook
Minggu, 10 Februari 2019 13:54 WIB
JAKARTA - Aktivis media sosial Permadi Arya alias Abu Janda ramai diberitakan mensomasi Facebook senilai Rp 1 triliun lantaran laman (page) Facebook-nya dihapus dan dikaitkan dengan jaringan penyebar hoaks Saracen.

Dia tidak terima dengan hal tersebut, lalu mendatangi kantor Facebook Indonesia di gedung Capital Place, Jakarta.

Menanggapi gugatan somasi senilai Rp 1 triliun, Facebook pun angkat bicara dengan memberikan pernyataan singkat.

Melalui juru bicaranya, pihak Facebook menyebut, prioritas mereka adalah meminimalisasi kekuatan grup Saracen untuk menggunakan akun, halaman, dan grup yang disusupi, serta mencegah kemungkinan yang berbahaya.

"Apabila pemilik sah dari akun, halaman, dan grup yang terdampak menghubungi kami, kami terbuka untuk menelaah dan mengkaji akun mereka kembali," tutur juru bicara Facebook dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (9/2).

Kasus somasi Permadi Arya terhadap Facebook dan CEO Mark Zuckerberg ini terjadi setelah Facebook, melalui Newsroom-nya mengumumkan bahwa pihaknya sudah menghapus sejumlah page, grup, dan akun Facebook yang dianggap terkait dengan Saracen.

Alasan Facebook Hapus Akun Permadi Arya

Facebook pun sebenarnya sudah memberikan penjelasan tentang alasan pihaknya menghapus page milik Permadi Arya.

Sebagaimana dikutip dari laman Newsroom Facebook, akun, page, grup Facebook, hingga akun Instagram itu dihapus lantaran terlibat perilaku tidak otentik yang terkoordinasi di Facebook Indonesia, bukan karena kontennya.

Akun maupun grup yang dihapus itu juga dianggap menyesatkan orang lain, tentang siapa mereka dan apa yang dilakukan. Facebook memang menyebut, semua page, akun, dan grup ini tertaut dengan sindikat online Saracen.

"Kami menghapus page, grup, dan akun berdasarkan tindakan dan aktivitas mereka di Facebook, bukan karena konten yang diunggah," kata Head of Cybersecurity Policy Facebook Nathaniel Gleicher seperti dikutip dari Newsroom Facebook.

Menurut Gleicher, dalam hal penghapusan akun ini, orang-orang di balik aktivitas saling terkait satu sama lain dan menggunakan akun palsu untuk mempresentasikan diri mereka sendiri.

"Itu adalah dasar dari tindakan kami (menghapus page, akun, dan grup)," kata Gleicher.

Secara total, Gleicher menyebut, Facebook menghapus 207 laman (page), 800 akun individual, dan 546 grup yang berkaitan dengan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten meresahkan lainnya.

Menariknya, Gleicher juga mengungkap kalau masing-masing laman Facebook diperkirakan memiliki sekitar 170.000 orang pengikut. Bahkan, satu akun Instagram setidaknya mengantongi 65.000 pengikut.

Adapun beberapa page dan grup yang sudah dihapus Facebok, meliputi Permadi Arya (laman), Kata Warga (laman), Darknet ID (laman), Berita Hari Ini (grup), dan juga ac milan indo (grup).

"Maksud dari perilaku mereka ini adalah si pemilik akun yang ada di balik aktivitas ini, berkoordinasi satu sama lain dengan memakai akun palsu. Aktivitas mereka jelas tidak otentik," kata Facebook.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:liputan6.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Politik, DKI Jakarta

wwwwww