Usai Mediasi dengan Jokowi, Massa Awak Mobil Tangki Dibubarkan Polisi

Usai Mediasi dengan Jokowi, Massa Awak Mobil Tangki Dibubarkan Polisi
Rabu, 13 Februari 2019 22:32 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Massa pengunjuk rasa Awak Mobil Tangki yang mencoba menghadang iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo di Taman Pandang, Gambir, Jakarta Pusat telah dibubarkan oleh polisi.

Hal ini diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan kepada wartawan di lokasi, Rabu (13/2/2019).

Ia menyatakan pembubaran itu sesuai dengan peraturan yang ada. Sebab, memang waktu sudah melewati batas unjuk rasa yang menurut peraturan hanya sampai pukul 18.00 WIB.

"Memang malam ini sesusai aturannya bahwa kami melakukan tindakan terkait masalah ada dua komponen elemen masyarakat yang melakukan kegiatan aksi unjuk rasa," katanya.

Pembubaran dilakukan usai diadakannya mediasiasi dan negosiasi dengan massa aksi. Aksi oleh AMT di sana sendiri telah dilakukan berminggu-minggu di sana. Selain AMT, ada juga aksi yang dilakukan oleh eks karyawan PT Freeport Indonesia di sana.

"Memang tempat ini sudah dipersiapkan di Taman Pandang. Kami bermidiasi, bernegosiasi, malam ini satu komponen sudah kita pulangkan, yakni dari AMT," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Massa aksi Awak Mobil Tangki (AMT) menerobos bahkan mencegat iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo saat melintas di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019) malam. Kejadian itu tepatnya terjadi sekira pukul 18.54 WIB di Taman Pandang depan Istana.

Saat mobil Jokowi melintas, ada sejumlah massa menggeruduk dan meminta mobil yang membawa Jokowi untuk berhenti. Mobil Jokowi pun berhenti.

Setelah itu, ada sejumlah orang dari massa berusaha mencoba membuka pintu mobil Presiden itu. Namun aksi ini disetop dan diamankan Paspampres.

Karena mendengar ada seorang massa perempuan yang berterian histeris, Presiden Jokowi akhirnya menurunkan kaca dan melambaikan tangannya ke seorang ibu. Jokowi memanggil ibu yang menggunakan hijab berwarna pink.

Ibu ini kemudian diketahui bernama Dewi istri seorang buruh yang ikut aksi di TKP.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww