Soal GKR Hemas, OSO: Itu BKD, Saya Enggak Ikut-ikut

Soal GKR Hemas, OSO: Itu BKD, Saya Enggak Ikut-ikut
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang. (Zul/GoNews.co)
Kamis, 14 Februari 2019 12:26 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Oesman Sapta Odang alias (OSO) menolak berkomentar soal permasalahan GKR Hemas. OSO menganggap hal itu sebagai ranah Badan Kehormatan Dewan (BKD) di DPD RI.

"Itu BKD. Saya nggak ikut-ikut," kata OSO di kompleks parlemen, Kamis (13/02/2019).

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, diberhentikan sementara dari keanggotaannya di DPD melalui sidang tertutup di Badan Kehormatan DPD pada Kamis, 20 Desember 2018.

Ketua Badan Kehormatan DPD RI, Mervin S. Komber mengatakan, Hemas dijatuhi sanksi karena sudah lebih 6 kali tidak menghadiri sidang paripurna DPD RI serta sudah melewati tahapan sanksi lainnya. Selain diberhentikan sementara GKR Hemas, juga diharuskan minta maaf di media massa.

Hemas kemudian menolak tudingan soal absensi dirinya. Melalui konferensi pers yang digelar di Kantor DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, Jumat (21/12/2018), Hemas mengaku hanya 2 kali tak menghadiri Sidang, itupun dengan surat pemberitahuan lengkap.

Hanya saja, Hemas memang tidak hadir secara fisik di sidang-sidang yang Ia klaim turut hadir, meski tandatangannya tetap Ia bubuhkan di daftar hadir. Pasalnya, Ia tak mengakui kepemimpinan Ketua DPD, OSO.

Penolakan Hemas terhadap kepemimpinan OSO juga berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) dan teregister dengan nomor perkara 1/SKLN-XVII/2019. Kepemimpinan OSO Cs. di DPD RI sejak 2017-2019 dianggap inkonstitusional dan menjadi rival bagi kepepimpinan DPD periode 2014-2019 dimana Hemas menjadi bagian dari jajaran pimpinan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD turut berkomentar soal dualisme kepemimpinan di DPD ini. Ia mengatakan, "Menurut saya sih seharusnya selesai cepat ini, menurut saya. Kan sudah jelas menurut MA tidak boleh diganti. Tapi tidak ada yang berani putus," ujar Mahfud di Hotel Ashey, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2019).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, GoNews Group

GoNews Ajak Warga Tidak Golput, Oesman Sapta: Satu Suara Menentukan Masa Depan Bangsa
GoNews Jika Tak Minta Maaf Seperti Maimanah Umar, BK DPD RI Ancam Pecat GKR Hemas
GoNews Gaji Pemain PSPS Belum Dibayar, Asprov PSSI Riau Minta Gubri Terpilih Perhatikan Sepakbola
GoNews Soal GKR Hemas, Benny: Cuma Tandatangan Tapi Tak Hadir, Itu Tindakan Manipulatif
GoNews Ngaku Dana Resenya Ditahan, Ini Bukti GKR Hemas Ambil Uang Ratusan Juta dari Kesekjenan DPD RI
GoNews 80 Kali Sidang Tak Hadir, GKR Hemas Tetap Ambil Uang Negara Ratusan Juta untuk Kegiatan di Dapil
GoNews Kerap Bolos dan Malas, GKR Hemas Diberhentikan dari DPD RI
GoNews PTUN Jakarta Perintahkan KPU Masukkan OSO Jadi Caleg DPD
GoNews Yusril Minta KPU Masukkan OSO dalam DCT DPD karena Gugatannya Dikabulkan PTUN
GoNews Wow... Oesman Sapta Odang Kalahkan KPU di PTUN
GoNews Laga Amal Di Pekanbaru, Bukan Sekadar Pengobat Pilu
GoNews Laga Amal Bertabur Bintang PSPS vs All Star Timnas di Stadion Utama Akhir Pekan Nanti, Panpel Targetkan 25 Ribu Penonton
GoNews Ada Bambang Pamungkas dan Ferri Rutinsulu, Ini 17 Anggota Timnas Indonesia yang Tantang All Star PSPS Riau
GoNews Tinggalkan PSPS Riau, Firman Septian Resmi Berseragam Semen Padang FC
GoNews Menang 2-1, PSPS Riau Pupuskan Mimpi Semen Padang FC Jadi Juara Grup Liga 2 Wilayah Barat
GoNews Syafrianto Rusli Imbau Supporter Semen Padang FC Damai Dukung Kabau Sirah di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai Sore Nanti
GoNews Incar Juara Grup Liga 2 Wilayah Barat, Kabau Sirah Bertekat Kalahkan Tapir Sumatera di Kandang Sore Nanti
GoNews Optimis Menang, PSPS Riau Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Pemuncak Klasemen Semen Padang FC
wwwwww