Karhutla di Meranti, Dua Lokasi Masih Terbakar, BPBD Tambahkan Personil

Karhutla di Meranti, Dua Lokasi Masih Terbakar, BPBD Tambahkan Personil
Sabtu, 16 Februari 2019 15:22 WIB
Penulis: Gunawan
SELATPANJANG - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kepulauan Meranti, masih ada dua lokasi yang terbakar. Tim gabungan dari BPBD, TNI, kepolisian, perusahaan dan dibantu masyarakat setempat masih terus melakukan upaya pemadaman.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal saat dihubungi GoRiau.com Sabtu (16/2/2019) siang, mengaku tim gabungan masih melakukan pemadaman api dua lokasi yang berbeda.

"Tim kita masih berjibaku melakukan pemadaman. Dua lokasi itu yakni Desa Sei Gayung Kiri Kecamatan Rangsang dan Desa Lukun Kecamatan Tebingtinggi Timur," ujarnya.

Ditambahkan Edy, akibat musim kemarau dan berangin tentu akan menghambat upaya pemadaman dilapangan.

"Selain sulitnya sumber air, akses juga menjadi kendala kita dilapangan karena susahnya untuk memobilisasi peralatan ke lokasi kebakaran," tutur laki-laki yang akrap disapa Panglime itu.

Dijelaskan Panglime, meski demikian pihaknya tetap berupaya melakukan pemadaman dan pantang pulang sebelum api berhasil dipadamkan.

"Untuk di Lukun saja ada sekitar 50 personil yang stanby dan terus melakukan pemadaman disana, sementara di Gayung Kiri ada ratusan personil. Namun kita tetap melakukan penambahan personil," jelasnya.

Ditambahkannya, penambahan personil sebanyak satu regu sekitar 12 orang, sementara dilokasi sudah stanby sekitar 150 personil di dua lokasi tersebut.

"Selain personil BPBD, TNI dan Polisi, kita juga dibantu personil dari perusahaan NSP dan SRL. Untuk NSP ada sekitar 27 orang dan SRL dibantu personil dari kampar," katanya.

Diakui Panglime, Sudah seminggu tim gabungan dilapangan dan dua lokasi tersebut sangat sulit dilakukan pemadaman terutama karhutla yang berlokasi di Desa Gayung Kiri Kecamatan Rangsang.

"Kalau di Rangsang ini berhadapan dengan Selat Melaka jadi anginnya lebih kencang ditambah lagi cuaca yang ekstrim tentu apinya lebih cepat menyebar," ungkapnya. ***


wwwwww