Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
Politik
7 jam yang lalu
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
2
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
Politik
8 jam yang lalu
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
3
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
20 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
4
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
18 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
5
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
18 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
6
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Umum
9 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Home  /  Berita  /  GoNews Group
OPINI

Persaudaraan itu Butuh 'Kawanan' Yang Solid

Persaudaraan itu Butuh Kawanan Yang Solid
Senin, 18 Februari 2019 14:13 WIB
Penulis: Ali Wardi
ADA sejumlah pertanyaan dari hulu kesadaranku kepada siapapun mereka yang terjebak oleh sekat sekat modernisme.

Mereka yang menjadi kerdil dan termakan oleh konsep dari khazanah dan adab dari negri dan zaman yang bukan milik mereka sendiri.

Mereka yang menjadi picik karena sekat-sekat  konstiusi dan state, kepicikan para politisi yang mengaku memperjuangkan umat ini.

Lalu siapakah yang peduli akan iman-iman yang lemah, yang bersemayam dalam jiwa-jiwa rapuh bak di ladang tak bertuan?.

Tidak perlu waktu lama, ladang itu akan dipenuhi semak belukar, ia akan ditumbuhi tanaman liar menjadi hutan kekekufuran.

Atau siapakah yang peduli dengan anak-anak zaman, mereka yang terlahir fitrah dalam keluarga susah yang resah dalam gulungan gelombang peradaban ?

Atau, mereka yang awam yang mencari tuntunan, merindukan ilmu dan mendambakan perlindungan?

Atau bagaimana dengan iman-iman yang baru tumbuh bersemayam dalam jiwa-jiwa tercerahkan, yang merangkak merindukan kawanan ?

Dan siapakah yang akan menjadi pembela mereka si lemah iman, mereka yang tertindas kekuasaan. Iman yang pabila dibiarkan akan lenyap seiring waktu tergerus arus dan dihempas gelombang zaman.

Menunggu datangnya seorang Ratu Adil adalah sebuah mitos syirik yang berhulu pada sebuah kebodohan.

Atau menunggu takdir hadirnya  kekhilafahan dan membiarkannya menjadi urusan Tuhan.
Apakah Allah memerintahkan demikian ?

Semua pertanyaan itu hanya perlu satu jawaban.
Umat kembali menjadi satu kawanan. Satu kesadaran. Dan ini harus senantiasa dihembuskan. Menjadi himbauan dan panggilan untuk satu cara dan tujuan.

Bahwa ini adalah kewajiban sekaligus  kebutuhan. Kalau tidak satu demi satu, mutlak tak terbantahkan. Hari demi hari akan habis menjadi santapan pemangsa yang mengintai dicelah-celah bahkan menabrak pagar aturan. Konstitusi yang sedari awal rapuh dan merugikan.

Ali Wardi, Politisi dan Aktivis Islam.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww