Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
17 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
Politik
14 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
DPR RI
14 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
4
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Hukum
15 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
5
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Peristiwa
12 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
6
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Kesehatan
11 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Home  /  Berita  /  Riau

Warga Solok Ditangkap Jajaran Polresta Pekanbaru Setelah Menghipnotis di Pekanbaru dan Larikan Uang Rp75 Juta

Warga Solok Ditangkap Jajaran Polresta Pekanbaru Setelah Menghipnotis di Pekanbaru dan Larikan Uang Rp75 Juta
Barang bukti hasil hipnotis
Selasa, 19 Februari 2019 13:51 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Polresta Pekanbaru berhasil menangkap pelaku tindak pidana pencurian dengan hipnotis yang terjadi di Jalan Karya Sari  Tangkerang Selatan, Bukit Raya, Pekanbaru, Riau pada Sabtu (2/2/2019) lalu.

Sutasman (56) melaporkan hal tersebut ke Polsek Bukit Raya pada Selasa (5/2/2019) lalu bahwa ia mengalami pencurian uang sebesar Rp75 juta dengan dihipnotis.

Dari laporan tersebut saat ini jajaran Polresta Pekanbaru sudah berhasil menangkap salah satu pelaku berinisial HS (39) yang melakukan pencurian dengan modus hipnotis tersebut pada Senin (18/2/2019) malam

Disampaikan Kasubag Polresta Pekanbaru Ipdda Budhia Dianda bahwa tindakan pencurian ini diawali rencana HS bersama rekannya, A yang saat ini DPO, untuk mengambil uang milik korban pada Sabtu, 2 Februari 2019.

Saat itu kedua pelaku menemui korban di kontrakannya sekitar pukul 11.00 WIB dan menghipnotis korban. Pelaku HS mengatakan bahwa dia akan mengambil uang ghaib dana kampanye namun korban harus bersedekah dulu sebanyak Rp75 juta.

"Setelah menghipnotis korban dan menyanggupi akan memberikan uang, kedua tersangka meninggalkan korban," sebut Budhia, Selasa (19/2/2019).

Kedua tersangka kembali ke kontrakan korban untuk mengambil uang yang sudah disiapkan oleh korban pada Senin (4/2/2019). Setelah mendapatkan uangnya, HS dan A pun pergi dari rumah korban dengan alasan mencari persyaratan lainnya. Namun setelah itu keduanya tidak pernah kembali lagi.

Keesokannya, korban baru tersadar dari pengaruh tersangka. Begitu sadar, ia kembali ke rumah untuk memeriksa uangnya dan ternyata sudah lesap. Merasa dirugikan, korban pun membuat laporan ke Polsek Bukitraya.

Setelah mendapatkan laporan, Polsek Bukitraya dan Polresta Pekanbaru pun mengembangkan kasus ini Hingga didapatkan informasi bahwa tersangka HS tengah berada di Solok. Tim pun langsung menuju Solok untuk melakukan penangkapan terhada HS yang saat itu berada di rumahnya.

"Untuk tersangka A saat ini masih DPO dan pencarian masih terus dilakukan," tutup Budhia

Secara terpisah Kapolsek Bukit Raya Kompol Pribadi menyampaikan uang yang di peroleh dari hasil pencurian tersebut untuk keperluan pribadi

"Digunakan untuk membeli motor, hp, jam tangan, dan untuk keperluan keluarga," ungkap Kompol Pribadi.

Bersamaan dengan penangkapan tersebut, p olisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (Satu) buah perhiasan subang mas,1 (Satu) Unit Sepeda Motor merk Yamaha Vixion BA 3878 HB,1 (Satu) buah Jam Tangan merk Rolet2 (Dua) unit HP merk VIVO warna hitam. ***

Kategori:Hukum, Riau, Peristiwa

wwwwww