Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
24 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
2
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
5 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
14 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
4 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
5
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
12 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
6
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
12 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Deklarasi Roemah Joeang Dilarang, Ketua Umum PPP Duga Karena Kader DIY Militan Dukung 02

Deklarasi Roemah Joeang Dilarang, Ketua Umum PPP Duga Karena Kader DIY Militan Dukung 02
Sabtu, 23 Februari 2019 20:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
YOGJAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Humphrey Djemat, menyayangkan alasan Polda DIY tidak memberikan izin acara Deklarasi Roemah Joeang Prabowo-Sandi di Kantor PPP, Yogyakarta yang sedianya akan digelar besok, Minggu (24/02/2019).

Alasan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mempermasalahkan keabsahan kepengurusan DPW PPP yang dikuasai Humprey, dinilai terlalu mengada-ada. Padahal kata Humpery, Sekretariat tersebut sudah ada dipihaknya.

"Bukankah tugas pihak keamanan untuk menjaga ketertiban kalau ada pihak luar yang memprovokasi selama acara berlangsung. Ini malah mengada-ada bahkan alasan lokasi acara dekat kantor PDIP, kan aneh," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (23/2).

"Saya rasa, alasanya adalah karena PPP Yogyakarta ini terkenal sangat militan mendukung pasangan 02 dan menentang pendzoliman yang telah dilakukan penguasa terhadap PPP," tegasnya.

Dengan tidak memberikan izin, ia anggap Polisi sedang tidak netral dan terkesan membela penguasa. "Ini merupakan bentuk kesewenang-wenangan dari penguasa dan bersifat otoriter," tandasnya.

Humphrey Djemat, juga meyakini, pelarangan deklarasi tersebut adalah bentuk kekhawatiran menurunya dukungan terhadap 01. "Karena kami khususnya PPP Yogyakarta adalah militan mendukung pasangan 02," tegasnya.

Sebelumnya, Pihak Kepolisian Polda Yogyakarta tidak memberikan izin terkait acara tersebut.

Alasannya, lokasi Sekretariat DPW PPP yang akan dijadikan tempat deklarasi masih dalam sengketa antara dua kubu di PPP. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan lokasi acara yang berdekatan dengan Kantor PDIP, sehingga rawan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.(dnl)


wwwwww