Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
DPR RI
23 jam yang lalu
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
2
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
3
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
4
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
DPR RI
21 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
5
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
Sepakbola
18 jam yang lalu
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
6
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Empat Anggota KPPS Meninggal di Sulsel, 34 Sakit, Satu Keguguran di Bone

Empat Anggota KPPS Meninggal di Sulsel, 34 Sakit, Satu Keguguran di Bone
Ketua KPU Sulsel. (Istimewa)
Sabtu, 20 April 2019 18:01 WIB
MAKASSAR - Empat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sulsel meninggal dunia selama proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Mereka Ripto (Luwu Timur), Syamsuddin (Bantaeng), Muh Iksan (Maros) dan seorang Petugas Pemungutan Suara (PPS) dari Luwu.

Selain itu, 35 petugas KPPS dan PPK lainnya dilaporkan sakit. Ada karena kecelakaan, kelelahan, keguguran, dan ada juga karena dipukul saat bertugas.

"Mudah-mudahan yang sakit cepat pulih dan yang meninggal semoga diberi pahala surga. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," kata Ketua KPU Sulsel, Misnah M Attas, Sabtu (20/4/2019) sore.

Mantan Ketua KPU Makassar itu menjelaskan, penyelenggara PPK, PPS, dan KPPS yang jatuh sakit pada saat hari pemungutan dan hari penghitungan suara itu karena kelelahan.

Misnah menambahkan, tanggal 18, bahkan tanggal 19 masih ada harus menyelesaikan penyalinan formulir di tingkat TPS.

Akhirnya ada jatuh sakit. Data yang diperoleh dari KPU Sulsel, petugas penyelenggara Pemilu Serentak paling banyak dilaporkan sakit berasal dari Gowa dengan tujuh laporan.

Disusul Bone enam laporan, kemudian lima laporan dari masing-masing Luwu Timur, Luwu, empat laporan dari Takalar, tiga dari Maros, dan 1 laporan dari Tana Toraja, tiga laporan tidak dicantumkan asalnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tribunews.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Politik, Sulawesi Selatan

wwwwww