Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
13 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
2
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
13 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
13 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
14 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
5
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
13 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
12 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Prabowo Menang di TPS 06 Sampang, Pendukung Jokowi Blokade Jalan Menuju Pesantren

Prabowo Menang di TPS 06 Sampang, Pendukung Jokowi Blokade Jalan Menuju Pesantren
Jalan di Dusun Gimbuk, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. (CNN Indonesia)
Kamis, 25 April 2019 01:59 WIB
SAMPANG - Jalan umum di Dusun Gimbuk, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, diblokade oleh MS, pria yang diduga pendukung capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf.

Blokade tersebut dilakukan dengan menyempitkan jalan. Dia membangun dua tiang yang didirikan di sisi jalan. Akibatnya hanya kendaraan tertentu yang bisa melintas.

Hal tersebut dilakukan pasca pemungutan suara, Rabu (17/4). Pasangan suara Jokowi-Ma'ruf di TPS 06 kalah dibanding pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

MS sudah lama dikenal masyarakat sebagai pendukung Jokowi-Ma'ruf. Ia berani berbeda dukungan dengan warga sekitar sejak Pilkada Jatim 2018.

Tindakan MS memblokade jalan itu membuat warga merasa terganggu. Apalagi di sekitarnya banyak pesantren. Akses jalan tersebut sering dilalui kendaraan.

"Kalau mobil besar tidak bisa masuk, hanya roda dua," kata Imron Muslim warga yang hendak melintas seperti dilansir GoNews.co dari CNNIndonesia.com, Rabu (24/4).

Imron mengatakan blokade jalan itu sempat memantik protes warga. Banyak masyarakat tidak terima dengan tindakan yang dinilai sepihak ini. Sebab ketika jalan diblokade aktivitas masyarakat terganggu.

Namun, Kepala Desa Sokobanah Laok Indra Kusuma Iswadi membantah blokade jalan akibat persoalan politik. Dugaannya blokade jalan dilakukan sebagai bentuk pelajaran kepada pelaku tambang.

"Tidak ada hubungannya dengan politik, dia (MS) menyempitkan jalan karena warga sekitar yang notabenenya pelaku tambang enggan memperbaiki jalan," kilah Iswadi.

Camat Sokobanah Ahmad Firdausi menyarankan warga agar melaporkan MS ke aparat.

"Kalau hubungannya sama politik, silakan laporkan ke pengawas pemilu, jangan ke saya," kata Firdausi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CnnIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Jawa Timur

wwwwww