Kejuaraan Bulutangkis Piala Sudirman 2019

Indonesia Tertinggal 1-2, Jonatan Akui Lawan Lebih Baik

Indonesia Tertinggal 1-2, Jonatan Akui Lawan Lebih Baik
Jonatan Christie
Jum'at, 24 Mei 2019 19:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution

NANNING - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie belum berhasil menyumbang angka bagi tim Indonesia di laga perempat final Kejuaraan Bulutangkis Ganda Campuran Piala Sudirman 2019 melawan Taiwan. Dalam dua game langsung, Jonatan takluk di tangan Chou Tien Chen dengan skor 11-21, 13-21.

Jonatan tidak tampil di permainan terbaiknya, ia sulit mengembangkan permainan dan tertinggal jauh dari Chou. Padahal Jonatan punya catatan rekor telak 5-0 atas Chou dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya.

"Pertama-tama saya mohon maaf pada tim, saya belum bisa menyumbang poin. Jujur, saya bermain di bawah tekanan, saya tidak bisa keluar dari tekanan. Lawan bermain menekan terus, dia tidak memberi ruang buat saya untuk fight back. Di game kedua awal dia beberapa kali 'hilang', tapi dia langsung balik lagi seperti game pertama, menekan dan bikin saya lari-lari," kata Jonatan soal pertandingan.

"Saat shuttlecock masih baru, lajunya cepat, tapi waktu dua-tiga pukulan, jadi melambat. Saya rasa itu strategi dia, beberapa kali dia ganti bola, saya juga kecolongan di sini. Saya kurang puas dan kecewa dengan permainan saya, apa yang sudah direncanakan, tidak bisa jalan sama sekali," tuturnya.

Jonatan juga mengatakan ia tak mau berpatokan pada lima kemenangan yang ia rebut dari Chou sebelumnya. Menurutnya, siapa yang siap di lapangan, dia yang akan memenangkan pertandingan. Jonatan menilai, Chou kali ini lebih siap dari segi pertahanan maupun serangan.

"Saya nggak mikirin head to head, siapa yang siap yang akan menang. Chou bermain sangat siap dari defense, dari serangannya, bola ditempatkan di pojok-pojok lapangan terus. Dengan kondisi bola seperti ini, saya sudah berusaha juga untuk membuat dia lari-lari, tapi dia tidak merasa tertekan," ungkap Jonatan.

"Pertemuan terakhir kami di Asian Games 2018, sudah cukup lama. Kondisi stadion berbeda dengan di sini, Istora tidak sebesar ini, kondisi lapangan pun ada menang-kalah angin, jadi main di teknik dan strategi. Tapi kalau di sini lebih ke power dan kecepatan, itu yang saya rasa tidak bisa saya atasi," sambungnya. ***


wwwwww