Penumpang Pesawat Sepi, Pengusaha Oleh-Oleh di Kualanamu Terancam 'Gulung Tikar'

Penumpang Pesawat Sepi, Pengusaha Oleh-Oleh di Kualanamu Terancam Gulung Tikar
Senin, 03 Juni 2019 18:11 WIB
MEDAN - Pengusaha oleh-oleh yang ada di Bandara Kualanamu terancam mengalami gulung tikar. Sudah beberapa bulan terakhir omset penjualan mereka pun turun drastis.

Bahkan pada saat musim mudik lebaran tahun ini omset mereka menurun di atas 50 persen. Hal ini lantaran jumlah penumpang pesawat juga mengalami penurunan yang sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Pengawas toko oleh-oleh Khadijah, Hendri menyebut jauh sekali perbandingan penjualan antara musim mudik lebaran tahun ini dengan tahun sebelumnya.

Disebut biasanya musim mudik lebaran adalah momen penjualan paling tertinggi. Saat ini yang terjadi malah kondisi sebaliknya dimana omset malah menurun drastis.

"Ya karena harga tiket pesawat ini sudah mahal ya makanya seperti ini penjualan kita, sepi. Yang berangkat juga sedikit, apalagi karena diberlakukannya bagasi berbayar. Kalau dipersentasikan menurun 50 persen di banding tahun lalu," ujar Hendri Senin, (3/6/2019).

Ia menyebut toko mereka hanya didatangi saat pagi hari saja. Sementara saat memasuki sore hari jumlah pembeli semakin tidak ada.

Hendri berpendapat karena harga tiket pesawat yang dibeli sudah mahal dan adanya tarif bagasi berbayar membuat calon penumpang pesawat mikir dua kali untuk membeli oleh oleh.

"Kita di lantai II ini untuk yang mau berangkat karena oleh-oleh Medan kan. Sekarang ini kita tidak bisa produksi terlalu banyak kali lah karena kue inikan rata-rata hanya tahan tiga hari. Ya semangat sajalah sekarang ini walaupun pembelinya sedikit. Harapan kita itu supaya harga tiket bisa kembali normal dan untuk bagasi bisa dikembalikan seperti dulu,"kata Hendri.

Hal yang tidak jauh berbeda juga diucapkan oleh pegawai toko Rumah Oleh-Oleh, Nani. Disebut saat musim mudik lebaran kali ini tidak ada jam ramainya karena keadaan masih terus sepi.

Disebut kerugian malah sering ditanggung sebab ada jenis kue yang memang hanya bertahan tiga hari saja.

"Di toko kami ini ada kue yang bisa retur tapi ada juga yang tidak. Kalau bolu Meranti itu enggak bisa pulang kalau tiga hari enggak laku juga ya cemana enggak bisa dimakan lah. Dibuang tapi kalau yang bisa retur ya itu yang punyalah yang nanggung kerugian karena di sini sifatnya hanya titip barang. Kalau harapan ya supaya harga tiket bisa kembali normal lah karena untuk omset kita lebih dari 50 persen penurunannya musim mudik sekarang,"kata Nani.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tribunews.com
Kategori:Sumatera Utara, Pemerintahan, Ekonomi, Peristiwa, Umum

wwwwww