Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
10 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
5 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
4 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
4
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
6 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
5
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
21 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
6
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
5 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hidayat Nur Wahid : Idul Fitri dan Open House Bisa Menjadi Modal Sosial

Hidayat Nur Wahid : Idul Fitri dan Open House Bisa Menjadi Modal Sosial
Rabu, 05 Juni 2019 17:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Open house sudah menjadi bagian dari tradisi di Indonesia. Kita biasa menerima tamu dan menjadi tamu. Ini momentum yang baik untuk mengokohkan silaturahim, menguatkan ikatan kita sebagai umat, dan sesama warga bangsa dengan latar belakang yang beragam.

"Orang Indonesia memang dikenal dengan sikap gotong royong, silaturahim, saling mengunjungi, saling bertamu," kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di sela-sela open house yang digelar di Rumah Dinas, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019). Open house di antaranya dihadiri perwakilan negara sahabat.

Menurut Hidayat, dalam momentum idul fitri ini silaturahim tidak sekadar tamu biasa, tapi juga mempunyai nilai spiritualitas. "Ini modal sosial yang sangat penting bagi Indonesia yang perlu dikembangkan," ujarnya.

Mungkin tanpa momentum silaturahim, idul fitri dan open house, lanjut Hidayat, sebagian orang enggan minta maaf atau bertemu. Dengan momentum idul fitri ini yang melibatkan banyak orang maka tidak ada ewuh pakewuh atau berat meminta maaf. "Karena itu momentum ini penting menjadi bagian dari khazanah khas Indonesia yang menguatkan hubungan sosial," tutur Hidayat.

Hidayat mengucapkan syukur karena Idul Fitri tahun ini bisa dilaksanakan bersama-sama. "Ini bisa menjadi modal sosial. Kita berbhineka tapi eka juga. Ada rukyah, hisab. Beragam tapi satu. Ini penting sebagai modal sosial untuk 11 bulan ke depan sampai bertemu Ramadhan yang akan datang," paparnya.

Hidayat menambahkan bangsa Indonesia telah menyelesaikan beragam agenda seperti pemilu dan dinamikanya. Pada Juni ini MK akan menyidangkan perselisihan Pileg dan Pilpres.

"Biarlah MK menyelesaikan proses ini dengan cara profesional, adil, berani mengambil keputusan yang benar, dan umat dengan bekal Ramadhan bisa mensikapi keputusan dengan cara yang terbaik," pungkasnya.***


wwwwww