Loading...    
           

Polisi Amankan 81 Pelaku Pembakaran Rumah di Buton

Polisi Amankan 81 Pelaku Pembakaran Rumah di Buton
Sabtu, 08 Juni 2019 13:04 WIB
JAKARTA - Kepolisian mengamankan sebanyak 81 orang yang diduga pelaku penyerangan dan pembakaran 87 rumah di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Sabtu (8/6).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku.

"Jumlah masyarakat yang saat ini diamankan berjumlah 81 orang laki laki," ujarnya, Sabtu (8/6).

Dedi menjelaskan kronologi penangkapan ke-81 orang tersebut. Awalnya pada pukul 06.00 WITA sedang dilaksanakan apel pasukan yang dipimpin oleh Kapolres Buton AKBP Andi Herman. Pasukan pun terdiri dari 290 personel.

Pukul 06.35 WITA, lewatlah seorang bernama La Pahi yang merupakan warga Desa Sampuabalo di tempat persiapan apel. La Pahi merupakan salah satu terduga pelaku. Dia pun diamankan oleh kepolisian.

Sekitar jam 07.30 WITA polisi bergerak memasuki Desa Sampuabalo. Pada pukul 07.46 berhasil diamankan sekelompok masyarakat khususnya pria dengan sejumlah barang bukti parang, Tombak, Pisau, Badik dan busur yang disimpan disekitar rumah penduduk.

Pada pukul 09.26 WITA proses penangkapan telah selesai dilaksanakan.

"Saat ini ke 81 orang yang diamankan dalam proses pergeseran dari Kabupaten Buton menuju Polda Sultra menggunakan jalur laut," tuturnya.

Diketahui bentrok warga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya, Selasa (4/6) mengakibatkan dua orang meninggal dan delapan orang lainnya terluka.

Kerusuhan bermula dari konvoi muda-mudi yang dilakukan di malam takbiran, Selasa (4/6). Sekitar 40 orang Desa Sampuabalo melakukan konvoi dengan 20 motor knalpot racing yang identik dengan bunyi bising.

Di depan permukiman warga, mereka memainkan gas motornya. Hal tersebut pun membuat masyarakat Desa Gunung Jaya terganggu.

Kerusuhan kembali dilakukan pada Kamis (6/6) dengan membawa isu menyangkut pada SARA. Sejumlah orang pun luka-luka.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, DKI Jakarta, Sulawesi Utara

       
        Loading...    
           
wwwwww