Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
9 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
21 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
3
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Nasional
18 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
4
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
20 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
5
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
22 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
6
Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan  
MPR RI
20 jam yang lalu
Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan  
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2019

Tunggal Putra Terhenti Di Babak Tiga

Tunggal Putra Terhenti Di Babak Tiga
Kamis, 25 Juli 2019 21:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SUZHOU - Indonesia belum berhasil mengirimkan wakil tunggal putra ke babak perempat final Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia (Asian Junior Championships 2019). Berlaga di Suzhou Olympic Sports Center, Tiongkok, Kamis (25/7/2019), tiga tunggal putra yaitu Bobby Setiabudi, Syabda Perkasa Belawa dan Yonathan Ramlie harus terhenti di babak tiga.

Christian Adinata bahkan kalah lebih awal di babak dua, dari Dong Tian Yao (Tiongkok), dengan skor 13-21, 21-10, 19-21.

Bobby kalah dua game langsung 19-21, 23-21 dari Ko Shing Hei (Hong Kong). Sebelumnya Ramlie terhadang Chiang Chien Wei (Taiwan) dan kalah 18-21,18-21.

Sementara Syabda harus mengakui keunggulan Ren Cheng Ming (Tiongkok).
Bermain selama 51 menit, Syabda menyerahkan poin kemenangan kepada lawan, 21-12, 11-21, 9-21.

“Saya nggak puas dengan penampilan saya, karena hasilnya nggak sesuai dengan yang diinginkan. Kedepannya masih banyak yang harus diperbaiki. Dari segi percaya dirinya sama kualitas mainnya juga supaya nggak banyak mati sendiri,” ujar Syabda.

“Tadi kesulitan di game pertama di lapangan saya unggul angin. Jadi buat mengontrol pukulannya agak susah, gampang out terus. Sementara lawan gampang buat mengeluarkan serangan. Di game kedua kebalikannya. Bisa megang permainannya, mengontrol bola di lapangan. Sebenarnya saya sudah ketemu polanya pas di game kedua. Tapi game ketiganya lawan seperti sudah menebak permainan saya. Sayanya kurang siap,” jelas Syabda kepada Badmintonindonesia.org. ***


wwwwww