Sudah 33 Hari, Heli MI-17 yang Jatuh di Papua Belum Ditemukan

Sudah 33 Hari, Heli MI-17 yang Jatuh di Papua Belum Ditemukan
Kamis, 01 Agustus 2019 16:21 WIB
JAKARTA - Helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat yang jatuh di kawasan Oksibil, Papua, 28 Juni lalu masih belum berhasil ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan memasuki hari ke-33 pasca insiden itu.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letnan Kolonel Eko Daryanto mengatakan pencarian helikopter tersebut di bawah koordinasi Mabes TNI. "Pencarian Heli MI-17 tetap berjalan di bawah koordinasi Mabes TNI," ujar Eko, Rabu (31/7).

Eko menuturkan TNI sudah mengerahkan berbagai cara untuk mencari keberadaan heli MI-17, sejak dinyatakan hilang kontak saat sedang melaksanakan distribusi logistik dan rotasi pasukan Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 725/Wrg di wilayah Oksibil, Jumat (28/6).

Dalam pencarian lewat udara, Eko menyampaikan Koops TNI Wilayah Papua telah melibatkan 7 pesawat pencari, baik pesawat milik TNI maupun pesawat sipil yang diperbantukan dalam kegiatan Search and Rescue (SAR).

"Penerbangan SAR dilakukan total sebanyak 70 sortie, di mana masing-masing sortie dilakukan selama 1 sampai 2,5 jam terbang," ujarnya.

Sementara pencarian melalui darat, Eko menyebut melibatkan lebih dari 700 personel gabungan yang terdiri dari 300 personel TNI , 35 personel Polri, 30 personel Basarnas, hingga 400 orang dari unsur Pemda dan masyarakat.

Adapun wilayah pencarian heli M1-17, Eko menuturkan tim telah menyisir melalui udara meliputi seluruh wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang hingga Kabupaten Jayapura bagian selatan dan barat.

"Sedangkan pencarian melalui darat difokuskan di tiga wilayah, yaitu Oksibil, Lereh, dan Kaureh," ujar Eko.

Pencarian heli MI-17 No Reg HA-5138 dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, selaku Panglima Komando Operasi TNI Wilayah Papua.

Eko menjelaskan penugasan operasi prajurit TNI beserta Alutsista di wilayah Papua merupakan bagian dari penggunaan kekuatan TNI yang menjadi tanggungjawab dan kewenangan Mabes TNI, dalam hal ini Satuan Tugas Udara (Satgasud) Koops TNI Wilayah Papua.

"Perlu kita perjelas di sini, meskipun heli beserta awak dan penumpangnya berasal dari matra TNI AD, namun penugasan mereka di Papua adalah dalam rangka operasi pengamanan perbatasan yang merupakan bagian dari penggunaan kekuatan TNI," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, DKI Jakarta, Papua

wwwwww