Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
Hukum
20 jam yang lalu
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
2
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
DPD RI
4 jam yang lalu
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
3
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
Politik
9 jam yang lalu
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
4
Nggak Pakai Helm, Cewek SMP Diperkosa Oknum Polantas sebagai Ganti Tilang
Peristiwa
20 jam yang lalu
Nggak Pakai Helm, Cewek SMP Diperkosa Oknum Polantas sebagai Ganti Tilang
5
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
Politik
9 jam yang lalu
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
6
Tak Pakai Masker Diborgol, Warga ke Petugas: Saya Gak Kapok, Ingat Kalian Jangan Lupa Solat!
Peristiwa
21 jam yang lalu
Tak Pakai Masker Diborgol, Warga ke Petugas: Saya Gak Kapok, Ingat Kalian Jangan Lupa Solat!
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Gempa Banten, Ketua DPR Imbau Warga Tidak Panik dan Terus Berdoa

Gempa Banten, Ketua DPR Imbau Warga Tidak Panik dan Terus Berdoa
Jum'at, 02 Agustus 2019 21:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pascagempa magnitudo 7,4 yang berpusat di barat daya Sumur, Banten, Ketua DPR RI, Bambang Soestayo, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

"Kita Sama Sama berdoa semoga kondisi segera membaik pasca gempa di Banten malam ini," ujar Bamsoet saat dimintai tanggapan, Jumat (2/7/2019) malam di Jakarta.

Intinya kata Bamsoet, masyarakat harus tetap waspada. "Jangan panik, ikuti arahan pihak berwenang untuk mengutamakan keselamatan," imbaunya.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat mewaspadai ketinggian tsunami yang diperkirakan 0,5 meter hingga 3 meter pascagempa magnitudo 7,4 yang berpusat di barat daya Sumur, Banten.

BMKG memberikan potensi tsunami ketinggian 0,5 meter sebagai peringatan dini dan berstatus siaga. "Ketinggian 0,5 meter tetap diberikan peringatan dini karena beragam, pada pantai tertentu bisa melompat menjadi beberapa meter. Kalau di wilayah teluk bisa menguap lebih dari 1 m itu yang perlu diwaspadai," terang Dwikorita disela konferensi media di kantor BMKG, Jakarta, Jumat (2/8) malam.

Lebih lanjut, Dwikorita juga mengatakan beberapa daerah berpotensi tsunmai mulai dari Pandeglang Selatan dengan status siaga ketinggian tsunami maksimal 3 meter.

Daerah Lampung barat pesisir selatan berstatus siaga. Sementara daerah Lebah berstatus ancaman waspada gelombang tinggi 0,5 meter.

Dwikorita menerangkan ketinggian gelombang tsunami beragam karena ada beberapa fenomena alam yang tidak pasti dan kompleks. Ia juga mengatakan pihak BMKG memperkirakan kedatangan tsunami sekitar pukul 19.35 WIB karena sesuai standar operating procedur (SOP) yang menunggu status tsunami hingga dua jam mendatang.

"Karena fenomena alam banyak hal tidak pasti kompleks, SOP yang ada akan kita tunggu 2 jam dari kedatangan terakhir. Masih mungkin terjadi tsunami karena peringatan sampai dua jam," imbuhnya.

Pada pukul 19.03 WIB dilaporkan terjadi gempa bumi magnitudo 7,4 yang berpusat di wilayah barat daya Sumur, Banten. Gempa turut dirasakan di Depok, Bekasi, Bandung, hingga Yogyakarta.

Masyarakat diimbau tidak panik dan hanya mengakses informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan informasi resmi dari pemerintah.***


wwwwww