Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
6 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
11 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
3
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
10 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
4
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Peristiwa
10 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
5
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Politik
10 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
6
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
10 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Suasana Panik saat Gempa Banten Terasa Hingga Sukabumi

Suasana Panik saat Gempa Banten Terasa Hingga Sukabumi
Jum'at, 02 Agustus 2019 20:54 WIB
SUKABUMI - Warga Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, panik diguncang gempa dengan magnitudo 7,4 SR yang berpusat di Banten, Jumat (2/8) malam. Mereka berlarian ke luar rumah dan pusat perbelanjaan karena guncangan gempa cukup kuat terasa.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa terjadi pukul 19.03 WIB. Lokasi gempa berada pada koordinat 7.54 LS,104.58 BT yang berpusat di 147 km barat daya Sumur-Banten dengan kedalaman 10 kilometer dan berpotensi tsunami.

"Guncangan gempa awalnya kecil namun lama kelaman besar," ujar Novi (24 tahun) warga Kecamayan Citamiang, Kota Sukabumi, yang tengah berada di Desa/Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Novi menuturkan, warga yang sedang makan pun akhirnya berlarian keluar rumah makan. Warga di sekitar rumah makan, lanjut Novi, berhamburan keluar rumah. Beberapa saat kemudian gempa juga menyebabkan aliran listrik mati sehingga tidak ada penerangan lampu.

Hingga kini, aliran listrik belum juga menyala. Sehingga banyak masyarakat yang masih di luar rumah. Namun belum dilaporkan adanya kerusakan akibat gempa.

Kepanikan serupa juga dirasakan para pengunjung Mall Yogya di Jalan RE Martadinata, Kota Sukabumi. Para pengunjung berlarian dari mall baik dari lantai atas hingga bawah. "Pengunjung panik dan berlarian keluar mal," kata Eko (40), warga Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.

Warga melihat lampu penerangan di mall bergoyang dan khawatir bangunan roboh. Eko mengatakan, para pengunjung hampir seluruhnya panik dan memilih keluar pusat perbelanjaan. Beruntung, gempa tidak berlangsung lama dan tidak menyebabkan kerusakan bangunan mal.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Zulkarnain Barhamai mengatakan, getaran gempa memang cukup besar. "Kami masih memantau dampak gempa di lapangan," jelas dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Republika
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat

wwwwww