Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
21 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
15 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
20 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
20 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
5
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
21 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
21 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Kabut Asap Karhutla Meningkat, Kualitas Udara Kota Pekanbaru di Level Kurang Sehat

Kabut Asap Karhutla Meningkat, Kualitas Udara Kota Pekanbaru di Level Kurang Sehat
Ilustrasi kabut asap Riau. (istimewa)
Sabtu, 10 Agustus 2019 20:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengingatkan bahaya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Pasalnya, asap terdeteksi di wilayah Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah sudah mengarah ke Tenggara dan Utara.

Meski tidak terdeteksi 'transboundary haze' atau asap tidak masuk ke negeri tetangga yaitu Singapura dan Malaysia, namun kondisi udara di Kota Pekanbaru sendiri sudah masuk kategori kurang sehat.

"Sebaran asap makin meluas dan tambah banyak baik di wilayah Riau atau Kalimantan Tengah. Hal ini menyebabkan kualitas udara di Kota Pekanbaru menurun pada tingkat kurang sehat (Konsentrasi PM10 173) dan di Kota Palangkaraya kualitas udara pada tingkat sedang (konsentrasi PM10 126)," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, Sabtu (10/8/2019).

Agus melanjutkan, 'Hotspot' kategori sedang dan tinggi hasil pantauan satelit pada pukul 07.00 WIB di Riau ada 126 titik, Jambi 4 titik.

"Sementara di Sumatera Selatan 13, Kalimantan Barat 533 titik, Kalimantan Tengah 159 titik, dan Kalimantan Selatan 13 titik," pungkasnya.***


wwwwww