Home > Berita > Riau

Jarak Pandang 5 KM, Titik Api di Riau Terpantau 29 Titik Hari Ini

Jarak Pandang 5 KM, Titik Api di Riau Terpantau 29 Titik Hari Ini
Petugas sambil berdoa sambil berusaha padamkan api karhutla di Pelalawan Riau. (dok. BNPB)
Minggu, 11 Agustus 2019 11:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kondisi udara di Riau kian tidak sehat. Kabut asap tebal menyelimuti berbagai wilayah dengan jarak pandang 5 KM di Kota Pekanbaru.

Informasi tersebut disampaikan Plt Kepala Pusdatinmas BNPB, Agus Wibowo dalam siaran persnya, yang diterima GoNews.co, Minggu (10/8/2019).

"Hasil pantauan pagi ini dibanding hari kemarin jumlat hotspot kategori sedang dan tinggi Riau 29 titik (- 97 titik), Jambi 3 titik (+ 1 titik), Sumatera Selatan 19 titik (+ 6 titik), Bangka Belitung 14 titik (+ 10 titik)," ujarnya.

Kemudian lanjut dia, di Kalimantan Barat 605 titik (+ 72 titik), Kalimantan Tengah 163 titik (+4 titik) , Kalimantan Selatan 14 titik (-27 titik), Kalimantan Timur 20 titik (-3 titik), dan Kalimantan Utara 23 titik (-6 titik).

"Asap terdeteksi di Sumatera dan Kalimantan tapi tidak ada 'transboundary haze' atau asap yang melintas ke negeri tetangga Malaysia atau Singapura," tegasnya.

Kondisi cuaca berdasar jarak pandang antara lain Pekanbaru 5 km (berasap), Jambi 9 km (berawan), Palembang 10 km (berawan), Pontianak 5 km (berasap), Pangkalan Bun 9 km (berawan), Palangkaraya 5 km (berasap), Sanggu-Buntok 4 km (berasap), Banjarmasin >= 10 km (berawan), dan Tanjung Harapan - Tanjung Selor 5 km (berasap).

"Sedangkan kualitas udara berdasar nilai PM10 menunjukkan Pekanbaru 166 (tidak sehat), Pontianak 253 (sangat tidak sehat), Palangkaraya 217 (sangat tidak sehat), dan Sampit 26 (sehat)," paparnya.

Sejak pagi ini seluruh personil sejumlah 9.072 orang dikerahkan di 6 provinsi (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantar Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan) yang tediri dari TNI, POLRI, BNPB, BPBD.

"Petugas dan Masyarakat saling bahu membahu untuk memadamkan api baik dari darat maupun dari udara 'water bombing'," pungkasnya.***


wwwwww